BSI Digination: UBSI Kampus Solo Bekali Guru BK Sragen dengan Kecerdasan Buatan untuk Bimbingan Konseling Modern

0 21

BSINews,Solo —  Dalam upaya meningkatkan kompetensi guru Bimbingan dan Konseling (BK) di era digital, melalui program BSI Digination, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Solo berkolaborasi dengan Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMA/MA Kabupaten Sragen menggelar workshop Artificial Intelligence (AI) bagi guru BK. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali guru BK dalam memanfaatkan teknologi guna mewujudkan layanan bimbingan dan konseling yang lebih efektif dan relevan. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (28/10) di SMAN 1 Sragen ini diikuti dengan antusias oleh para guru BK dari berbagai sekolah di Kabupaten Sragen yang bersemangat mempelajari potensi AI dalam mendukung layanan bimbingan dan konseling di sekolah.

Kolaborasi UBSI dan MGBK Sragen Tingkatkan Kompetensi Guru BK dalam Pemanfaatan Teknologi AI

Kepala SMAN 1 Sragen, Sukarno, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK). Ia menyampaikan bahwa peran BK sangat penting dalam membentuk moral dan karakter siswa.

“Kita harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk teknologi AI. Semoga kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Kemajuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan, perlu diadaptasi agar layanan konseling semakin efektif dan sesuai dengan kebutuhan generasi saat ini,” ujarnya dalam rilis yang di terima, Selasa (28/10).

Ketua MGBK SMA/MA Kabupaten Sragen, Wiji Hastuti, mengajak seluruh guru BK untuk terus aktif berinteraksi dengan siswa dan menjalin kolaborasi lintas peran di sekolah.

“Ketika kita dekat dengan siswa, peran kita akan terlihat dan berdampak. Saya berharap tidak hanya berada di ruang BK, tetapi juga aktif bekerja sama dengan guru mata pelajaran, wali kelas, dan kepala sekolah. Siswa membutuhkan perhatian khusus dari guru BK. Semoga ilmu dari *workshop* ini benar-benar diterapkan di lapangan. Terima kasih kepada UBSI Solo yang sudah mendukung penyelenggaraan acara ini,” ujarnya.

Sebagai bagian dari acara, panitia memberikan penghargaan kepada dua guru BK yang telah memasuki masa purna tugas atas dedikasi mereka dalam dunia pendidikan.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Kepala Kampus UBSI kampus Solo, Sardiarinto, memperkenalkan berbagai program beasiswa yang dapat dimanfaatkan siswa melalui bimbingan guru BK.

Baca juga:Talkshow Indonesia Cerdas Fest 2025 Bangkitkan Semangat Mahasiswa Beasiswa UBSI Kampus Solo untuk Berprestasi

“UBSI memiliki tiga jenis beasiswa, yaitu Beasiswa Jalur Undangan, Beasiswa Juara, dan Beasiswa Talenta Digital. Program ini membantu siswa berprestasi agar tetap bisa kuliah tanpa terkendala biaya,” terangnya. Kami berharap kolaborasi dengan guru BK terus berlanjut sehingga lebih banyak siswa mendapatkan akses pendidikan tinggi dan kesempatan berkembang di era digital,” ungkap Sardiarinto.

Narasumber utama, Dr. Candra Agustina, dosen UBSI kampus Solo, membawakan materi tentang Pemanfaatan *Artificial Intelligence* untuk Layanan Bimbingan dan Konseling. Menurutnya, AI dapat menjadi alat bantu penting bagi guru BK dalam memahami potensi, karakter, serta permasalahan siswa secara cepat dan akurat.

“AI dapat membantu guru BK menganalisis data perilaku siswa, mendeteksi perubahan emosi melalui pola interaksi, hingga memberikan rekomendasi pendekatan konseling yang tepat. Dengan teknologi ini, guru dapat mengambil keputusan lebih efektif. Teknologi membantu dalam analisis dan pemantauan, sementara guru tetap menjadi figur utama yang menghadirkan empati dan pemahaman emosional,” jelasnya.

Peserta terlihat antusias mengikuti simulasi penerapan AI dalam pengelolaan data siswa dan pengenalan pola perilaku berbasis digital. Melalui kegiatan BSI Digination Bersama MGBK SMA/MA Sragen, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan profesional guru BK di era digital. Program ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka ruang kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah. Dengan semangat tersebut, diharapkan guru BK semakin adaptif terhadap teknologi, siap menghadapi perubahan zaman, serta mampu membimbing siswa menuju masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.(Betty)

Leave A Reply

Your email address will not be published.