Menembus Akses Sulit, Mahasiswa BSI Explore 2026 Siapkan Penanaman Mangrove di Pantai Bahagia

0 1

BSINews, Bekasi – Selain bergerak di bidang pendidikan, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informarika (UBSI) yang tergabung dalam BSI Explore 2026 juga menyiapkan program yang menyasar kelestarian lingkungan di Desa Pantai Bahagia. Salah satunya melalui penanaman mangrove yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (22/8), sekaligus pembuatan papan informasi bertajuk Mangrovepedia yang akan ditempatkan di kawasan konservasi lutung di Muara Bendera.

Namun, untuk menjalankan program tersebut, mahasiswa harus berhadapan langsung dengan kondisi geografis Pantai Bahagia. Kawasan konservasi yang menjadi lokasi program hanya dapat dijangkau menggunakan perahu, sementara mobilitas mahasiswa selama berada di desa juga terbatas karena tidak ada anggota tim yang membawa sepeda motor.

Baca juga: BSI Explore Edukasi Bahaya Narkoba dari Desa, Bekali Pelajar SMA Nusa Harapan di Tanjung Saleh

Kondisi tersebut membuat aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan berjalan kaki. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, mahasiswa UBSI perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer untuk berbelanja, sedangkan material bangunan harus dibawa menggunakan eretan dari wilayah seberang.

“Untuk kendalanya mungkin dari kendaraan. Untuk penanaman mangrove juga, kita harus berjalan kaki lumayan lebih dari dua kilometer. Jaringan di sini juga lumayan sulit. Yang ada itu hanya jaringan dari salah satu provider saja, untuk yang lainnya tidak bisa,” tutur Muhammad Dhafi Sukandar, Ketua Kelompok 13 BSI Explore Desa 2026 Desa Pantai Bahagia, Jumat (21/8).

Meski menghadapi keterbatasan akses, Dhafi dan tim tetap berupaya menjalankan program yang telah dirancang. Menurutnya, kondisi tersebut justru menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa UBSI untuk memahami kehidupan masyarakat Desa Pantai Bahagia secara lebih dekat.

Program lingkungan yang disiapkan mahasiswa tidak berhenti pada penanaman mangrove. Tim juga akan memasang papan informasi Mangrovepedia di kawasan konservasi lutung Muara Bendera sebagai media edukasi mengenai ekosistem mangrove dan lingkungan sekitar.

Bagi mahasiswa UBSI, keterbatasan geografis desa Pantai Bahagia bukan sekadar hambatan teknis. Perjalanan menuju lokasi kegiatan menjadi pengalaman untuk melihat secara langsung bagaimana masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari dengan akses transportasi dan komunikasi yang terbatas.

“Karena di sisi lain tidak ada yang memiliki kendaraan motor. Kita ke mana-mana harus jalan kaki,” kata Dhafi.

Baca juga: BSI Explore 2026 Menembus Jalan Terjal dan Sungai Kapuas ke Desa Radak

Pengalaman tersebut membuat program BSI Explore 2026 memiliki dimensi yang lebih luas. Mahasiswa UBSI tidak hanya datang untuk menjalankan program pengabdian, tetapi juga belajar memahami kondisi masyarakat dan lingkungan tempat mereka mengabdi.

Di Pantai Bahagia, sebuah perjalanan lebih dari dua kilometer menuju lokasi penanaman mangrove menjadi bagian dari cerita pengabdian. Sebuah pengingat bahwa untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, terkadang langkah pertama memang harus dimulai dengan berjalan lebih jauh.

Leave A Reply

Your email address will not be published.