Bukan Cuma Buat Joget! Ibu-Ibu PKK Bambu Apus Digembleng TikTok Marketing ala Universitas BSI, Siap Raup Omzet Fantastis

0 210

BSINews, Jakarta – Di tengah riuhnya konten joget dan video viral yang berseliweran di TikTok, ada yang beda di RPTRA Gebang Sari, Bambu Apus. Hari itu, Ibu-Ibu PKK, yang biasanya sibuk dengan kegiatan sehari-hari, menukik tajam ke dunia digital marketing. Semua ini berkat tangan dingin para dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) yang menggelar Pengabdian Masyarakat (PM) bertajuk “Pemanfaatan TikTok Sebagai Digital Marketing Dalam Pemasaran Produk UMKM PKK Kelurahan Bambu Apus Cipayung Jakarta Timur” pada Sabtu, 2 November 2024.

Baca juga: Meningkatkan Daya Saing UMKM Desa Kedung Waringin, Dosen Universitas BSI Gelar Sosialisasi Pemasaran Kreatif di Era TikTok

Acara dimulai pada pukul 13.00 WIB dengan sambutan semangat dari Desy Suryani, Ketua Pelaksana PM. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus panggilan hati para akademisi untuk memajukan masyarakat. “Kami hadir untuk mengubah TikTok, dari yang biasanya buat joget-joget dan lip-sync lucu, jadi senjata rahasia penjual laris,” ungkap Desy dengan tawa kecil.

Yuni Nantari, Sekretaris Tim Penggerak PKK, tak kalah semangat. “Awalnya, ibu-ibu di sini tahunya TikTok cuma buat hiburan, seru-seruan biar nggak stres. Tapi setelah pelatihan ini, kami sadar TikTok bisa jadi alat ampuh buat naikin omzet. Semoga setelah ini, para ibu makin semangat ngonten!” serunya, yang langsung disambut tepuk tangan riuh peserta.

Ratna Kartika Sari, sang tutor yang sudah kenyang pengalaman, mengulik seluk-beluk TikTok Marketing dengan gaya santainya. “TikTok itu bukan sekadar buat viral-viral nggak jelas. Kalau dipakai dengan otak, ini bisa bikin produk UMKM kalian melesat,” jelas Ratna.

Ia juga mengingatkan soal etika dan konsekuensi hukum dalam membuat konten. “Nggak semua yang viral itu sehat, ya, Bu. Ada batasan-batasan yang harus dijaga,” tambahnya dengan tatapan serius.

Baca juga: Dosen Universitas BSI Berikan Pelatihan Optimalisasi Tiktok Pada Pelaku UMKM Desa Bojong Gede Bogor

Bagian yang paling bikin heboh adalah sesi praktek. Dua peserta tampil pede menunjukkan konten TikTok mereka. Salah satunya, Siti, dengan bangga menayangkan video kolaborasi PKK yang penuh semangat dan kekompakkan.

Ratna memberi masukan dan tips agar video pemasaran bisa lebih menarik dan efektif. “Nggak perlu alat canggih, Bu. Yang penting kreatif dan ada nilai jualnya!” ujar Ratna sambil menunjuk layar.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.