Universitas BSI dan Komunitas PKK Kwitang Kolaborasi Asyik: Bikin Desain Keren untuk Lawan Cyber Crime di Museum Sumpah Pemuda!
BSINews, Jakarta – Siapa bilang museum hanya tempat nostalgia? Pada Sabtu, 2 November 2024, Museum Sumpah Pemuda di Jakarta jadi saksi kolaborasi seru antara dosen-dosen Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) dan komunitas PKK RW 9 Kwitang. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, acara pengabdian masyarakat kali ini bertajuk “Aplikasi Canva dalam Membuat Media Informasi Mengenai Ancaman Cyber Crime”. Mantap, kan?
Acara ini dihadiri 23 anggota PKK yang terlihat semangat menyerap ilmu baru. Para dosen keren asal Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) seperti Jaka Atmaja, Devy Putri Kussanti, Fifit Fitriansyah, dan Parlin Harbet ikut memimpin sesi ini. Tidak ketinggalan, dua mahasiswa perwakilan Universitas BSI, Kayla Zahrah Nur Fadhilah dan Gideon Revel Juantirta, turut membantu jalannya kegiatan.
Suasana makin hangat saat sambutan pembuka diberikan oleh Fathul Hul Futuh Tamam, perwakilan dari Museum Sumpah Pemuda, dan Ketua RW 9 Kwitang, Hardiansyah. “Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Semoga bisa terus berlanjut dan membawa manfaat bagi semua pihak,” ujar Hardiansyah sambil tersenyum.
Devy Putri Kussanti, dosen Universitas BSI yang jadi bintang utama, langsung tancap gas dengan penjelasan pentingnya Canva sebagai senjata ampuh melawan ancaman cyber crime. “Canva ini bukan cuma buat desain undangan arisan ya, Bu. Di era digital, Canva bisa membantu kita membuat materi edukasi yang catchy dan informatif soal ancaman cyber crime,” papar Devy sambil menunjukkan fitur-fitur menarik di layar.
Dari poster hingga infografis, Devy mengajak peserta untuk bermain-main dengan Canva, mengenal fitur desain yang intuitif dan fleksibel. “Bukan sekadar cantik-cantikan, tapi edukasi ini bisa bikin masyarakat lebih waspada,” tambahnya. Para peserta PKK terlihat antusias, bahkan beberapa di antaranya langsung mempraktikkan pembuatan desain kampanye sederhana di perangkat mereka.
Jaka Atmaja, yang didaulat sebagai ketua pengabdian masyarakat semester ini, tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Museum Sumpah Pemuda dan PKK RW 9 Kwitang atas kolaborasi yang solid ini. “Semoga kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Terima kasih atas kerja sama dan antusiasme teman-teman semua,” ujar Jaka dengan penuh semangat.
Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Adakan Sosialisasi Pencegahan Cyber Crime
Tutup acara, para peserta pulang dengan kepala penuh ide dan semangat baru untuk menjaga lingkungan mereka dari bahaya cyber crime. Nah, siapa bilang PKK cuma jago masak? Mereka juga siap jadi garda depan edukasi digital! Selamat datang, PKK era digital!(ACH)