BSINews, Jakarta – Komitmen dalam mencetak generasi muda yang berdaya saing global terus dibuktikan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI). Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat internasional dengan mengirimkan delegasi untuk mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi Global Youth Congress (GYC) 2026 yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 2–4 Juli 2026.
Delegasi UBSI kali ini terdiri atas Cicih Nuraeni, yang merupakan dosen Program Studi (Prodi) Sastra Inggris, serta dua mahasiswa berprestasi yakni Kayla Shabirah Putri dari Prodi Ilmu Komunikasi serta Bella Amelia dari Prodi Sistem Informasi.
Nantinya di Bangkok, mereka akan bergabung dengan ratusan delegasi lainnya dari berbagai penjuru dunia dalam forum kepemudaan global yang berfokus pada agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).
Mahasiswa UBSI Wakili Indonesia di Global Youth Congress 2026 Thailand
Cicih mengungkapkan rasa syukur sekaligus antusiasmenya atas kesempatan emas ini. Ia menegaskan bahwa keikutsertaan delegasi UBSI merupakan bukti nyata dari komitmen kampus dalam mencetak generasi global yang solutif.
“Keikutsertaan kami dalam ajang bergengsi ini merupakan hasil dari persiapan matang dan dedikasi penuh. Kami ingin membawa perspektif akademis sekaligus aksi nyata dari pemuda Indonesia ke panggung internasional,” ujar Cicih saat memberikan keterangannya di Jakarta, Kamis (11/6).
Global Youth Congress sendiri merupakan bagian dari Global Youth Conference on SDGs (GYC), sebuah konferensi tahunan berskala global. Forum ini diproyeksikan untuk membangun jaringan pemuda internasional, di mana pemuda dari kawasan Asia Pasifik dan Indonesia diposisikan sebagai motor penggerak utamanya. Melalui platform ini, para peserta ditantang untuk bertukar gagasan, membangun kolaborasi, dan merumuskan solusi konkret atas berbagai isu global.
Selama tiga hari pelaksanaan kongres, para delegasi akan dihadapkan pada serangkaian agenda padat. Mulai dari Youth Conference, Project Collaboration, SDGs Training, Innovation Speech, hingga Volunteering Exchange. Seluruh program tersebut dirancang secara komprehensif untuk mengasah aspek kepemimpinan (leadership), kreativitas, dan wawasan global para pesertanya.
Terkait fokus yang akan dibawa oleh delegasi UBSI, Cicih menjelaskan bahwa mereka akan menyoroti isu-isu krusial SDGs yang relevan dengan latar belakang keilmuan mereka.
“Fokus utama kami di sana adalah menyuarakan isu-isu keberlanjutan, khususnya yang berkaitan dengan akses pendidikan berkualitas dan kesetaraan gender. Ini adalah kesempatan luar biasa bagi kami untuk belajar, berbagi praktik baik, dan berkolaborasi langsung dengan delegasi dari berbagai negara di Asia Pasifik dan dunia,” tambah Cicih.
Baca juga : Mahasiswa Universitas BSI Jadi Delegasi Cop27 of UNFCCC PBB
Partisipasi aktif dosen dan mahasiswa UBSI ini diharapkan mampu memberikan pengalaman internasional yang mendalam bagi mahasiswa, sekaligus memperkuat kontribusi nyata pemuda Indonesia di kancah global. Langkah ini juga selaras dengan visi UBSI untuk terus mendorong sivitas akademikanya agar aktif berinovasi dan berkolaborasi demi menciptakan perubahan positif di tingkat global.
Cicih juga menaruh harapan besar pada kedua mahasiswa yang mendampinginya dalam delegasi ini agar dapat memaksimalkan potensi mereka selama di Bangkok.
“Saya berharap Bella dan Kayla bisa menyerap ilmu sebanyak-banyaknya dan membangun jejaring internasional seluas mungkin. Kehadiran kami di Bangkok membuktikan bahwa UBSI tidak hanya unggul di tingkat nasional, tetapi juga siap memberikan sumbangsih nyata dalam menjawab tantangan global,” pungkasnya optimis.