Dosen UBSI Raih Hibah Nasional untuk Inovasi Gamelan Bayat Sinergi Bahasa, Teknologi, dan Pariwisata

0 13

BSINews, Surakarta – Kabar membanggakan datang dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif. Sri Rejeki dan Heribertus Ary Setyadi, dosen Program Studi Sistem Informasi Kampus Kota Surakarta, bersama Emmita Devi Hari Putri dari Program Studi Perhotelan Kampus Kota Yogyakarta, berhasil meraih pendanaan bergengsi Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Raih Hibah Nasional untuk Inovasi Gamelan Bayat Sinergi Bahasa, Teknologi, dan Pariwisata

Proposal inovatif yang diangkat oleh Sri Rejeki berjudul “Sinergi Bahasa, Teknologi, dan Pariwisata untuk Keberlanjutan Seni Gamelan Bayat: Inovasi Seni Nusantara yang Tumbuh dan Mengakar.” Riset ini berfokus pada pelestarian sekaligus revitalisasi seni gamelan Bayat dengan pendekatan multidisiplin yang menggabungkan kekuatan bahasa, perkembangan teknologi digital, dan potensi pariwisata lokal.

Sri Rejeki menegaskan bahwa seni tradisi seperti gamelan Bayat tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikontekstualisasikan dalam perkembangan zaman.

“Kolaborasi antara bahasa, teknologi, dan pariwisata akan menciptakan ruang baru bagi gamelan untuk dikenal lebih luas, diapresiasi oleh generasi muda, serta berkontribusi dalam memperkuat identitas seni nusantara,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Senin (6/10).

Melalui dukungan hibah PISN ini, program yang dijalankan akan melibatkan komunitas seniman lokal, pelaku pariwisata, serta generasi muda guna menghasilkan model inovasi seni yang tidak hanya melestarikan, tetapi juga memberdayakan masyarakat.

Kaprodi Sistem Informasi UBSI kampus Solo, Supriyanta, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam mendukung inovasi dosen.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa UBSI terus berkomitmen mendorong dosen-dosennya berperan aktif dalam riset inovatif dan pengabdian masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi nyata kampus dalam pelestarian budaya bangsa,” ungkapnya.

Melalui hibah prestisius ini, Sri Rejeki berharap seni gamelan Bayat dapat menjadi ikon budaya lokal yang mendunia, serta menginspirasi generasi muda bahwa kearifan tradisi nusantara mampu berkembang dan beradaptasi di era modern. Dalam riset ini, peran bahasa, teknologi, dan pariwisata saling bersinergi untuk menciptakan keberlanjutan seni gamelan Bayat.

Baca juga: BSI Digination: UBSI Kampus Solo Bekali Guru BK Sragen dengan Kecerdasan Buatan untuk Bimbingan Konseling Modern

Peran bahasa, khususnya bahasa Inggris, digunakan dalam aplikasi digital untuk mendokumentasikan pengetahuan tentang gamelan, mulai dari sejarah, jenis instrumen, hingga teknik permainan. Penerjemahan konten gamelan ke bahasa internasional juga meningkatkan aksesibilitas dan pemahaman bagi khalayak global. Teknologi memungkinkan perekaman video dan audio pertunjukan gamelan, pembuatan basis data digital untuk menyimpan notasi, repertoar, dan tradisi lisan, serta pengembangan platform pembelajaran daring melalui tutorial interaktif dan kelas virtual agar generasi muda lebih mudah belajar dan melestarikan gamelan.

Sementara itu, pariwisata berperan penting dalam mengembangkan paket wisata budaya yang menawarkan pengalaman langsung seperti lokakarya gamelan, kunjungan ke pengrajin, serta pertunjukan di lingkungan asli Bayat. Pendekatan ini mampu menciptakan hubungan yang lebih mendalam antara wisatawan dan seni tradisi, membuka peluang ekonomi baru bagi pengrajin dan seniman gamelan, serta memperkuat keberlanjutan budaya dan ekonomi lokal.

Sinergi antara bahasa, teknologi, dan pariwisata menjadikan seni gamelan Bayat tidak hanya lestari, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan zaman. Bahasa menjadi perekat budaya dalam narasi gamelan, teknologi menjadi alat penyebaran dan pengembangan, sementara pariwisata menciptakan ekosistem yang menopang pertumbuhan dan pelestarian. Melalui kolaborasi lintas disiplin ini, seni gamelan Bayat diyakini akan terus tumbuh, mengakar, dan relevan di masa depan.(Tiara Sari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.