Dosen Universitas BSI Gelar Pelatihan ‘Teen Talks’ untuk Remaja Masjid Jami’ Al Muttaqin
BSINews, Jakarta – Guna meningkatkan keterampilan komunikasi remaja di era digital, dosen dari Program Studi Bahasa Inggris dan Sastra Inggris, Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menyelenggarakan pengabdian masyarakat bertajuk “Teen Talks Expressions for Daily Conversations”. Kegiatan ini diadakan di Masjid Jami’ Al Muttaqin, Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, Minggu (6/10).
Kegiatan ini melibatkan dosen-dosen prodi Bahasa Inggris seperti Retno Dwigustini, Nurhasanah Halim, Susilawati, dan Erniyanti Nur Fatahhela Dewi. Selain dosen, sejumlah mahasiswa juga turut membantu dalam penyelenggaraan pelatihan ini.
Baca juga: Untuk Tingkatkan Mutu, Prodi Bahasa Inggris Sukses Ikuti AMI Siklus 5
Pengenalan ‘teen talks‘ atau ungkapan bahasa Inggris yang sering digunakan dalam percakapan remaja ini bertujuan untuk membantu para peserta berkomunikasi lebih efektif dan fleksibel dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Erniyanti Nur Fatahhela Dewi, salah satu tutor dalam kegiatan ini, penting bagi remaja, terutama generasi Z, untuk menguasai ‘teen talks’ mengingat tingginya penggunaan media sosial.
“Pengenalan teen talks for daily conversations ini krusial bagi komunikasi para remaja agar mereka dapat beradaptasi dengan gaya bahasa kekinian,” jelas Erniyanti.
Dengan menguasai ekspresi tersebut, diharapkan remaja mampu berkomunikasi dengan lancar dalam bahasa Inggris, baik dengan sesama remaja Indonesia maupun dengan orang asing.
Baca juga: Peringati Dies Natalis ke-36 Universitas BSI, Melalui PIKMI Adakan Lomba Debat Bahasa Inggris
Sementara Retno, selaku ketua pelaksana, menegaskan bahwa pengabdian ini merupakan bentuk kewajiban dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, dengan fokus pada peningkatan keterampilan berbahasa Inggris bagi remaja masjid.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap keterampilan berbahasa Inggris para remaja di Masjid Jami’ Al Muttaqin, sehingga mereka lebih percaya diri dalam berkomunikasi,” tutup Retno.