Dukung Penyelenggaraan Konferensi Berkualitas, UBSI Ikuti Workshop IEEE Indonesian Section
BSINews, Surabaya — Workshop Conference Management pertama di tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) – Indonesia Section (IS) berlangsung di Ruang LPPM Lantai 6 Gedung Rektorat Universitas Negeri Surabaya, pada Sabtu (22/2/2025). Kegiatan ini menjadi agenda penting bagi institusi yang akan mengadakan konferensi pada tahun ini.
Dalam workshop tersebut, tiga perwakilan dari Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) hadir, yaitu Dr. Sumanto, Agus Junaidi, dan Dwi Puji Hastuti. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperdalam pemahaman mengenai prosedur aplikasi, standar IEEE, serta strategi peningkatan kualitas penyelenggaraan konferensi.
Dukung Konferensi Berkualitas UBSI Ikuti Workshop IEEE Indonesian Section
Dua pakar dalam bidang manajemen konferensi IEEE turut menjadi pembicara utama, yakni Prof. Nurhayati dan Dr. Wahyu Pamungkas, yang membahas aspek Conference Quality Management. Selain itu, Dr. Prasetiyono Hari Mukti, selaku Koordinator Manajemen Mutu Konferensi IEEE Indonesia Section, memberikan wawasan mendalam terkait sistem manajemen konferensi IEEE.
Sesi pelatihan langsung menjadi bagian utama dari workshop ini, di mana peserta mendapatkan bimbingan teknis mengenai pengisian Conference Management Information System (CManIS). Dengan adanya panduan langsung dari tim asesor, peserta dapat memastikan kelengkapan data yang sesuai dengan standar IEEE.
Prof. Nurhayati menegaskan pentingnya kualitas naskah dalam konferensi yang didukung IEEE. “Setiap naskah harus direview oleh minimal tiga reviewer kompeten sesuai bidangnya untuk memastikan kualitas publikasi,” ujarnya.
Baca juga : Lindungi Karya dan Tingkatkan Inovasi, LPPM UBSI Kampus Pontianak Dorong Dosen Urus HKI
Sementara itu, Dr. Wahyu Pamungkas menekankan bahwa peran penulis, reviewer, dan penyelenggara sama pentingnya dalam menjaga standar konferensi. “Setiap penulis harus mampu memberikan kontribusi signifikan sesuai scope konferensi,” katanya.
Dr. Prasetiyono menambahkan bahwa beberapa konferensi sempat tertolak oleh IEEE-MCE akibat belum memenuhi standar kualitas. Oleh karena itu, penerapan standar IEEE sejak tahap perencanaan hingga penerbitan di IEEE Xplore menjadi hal krusial yang harus diperhatikan.
Melalui partisipasi dalam workshop ini, UBSI menunjukkan komitmennya dalam mendukung penyelenggaraan konferensi berkualitas, sekaligus memperkuat kontribusinya dalam dunia akademik dan penelitian.