Berkarier di PT KAI, Alumni Ilmu Komunikasi UBSI Bagikan Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja
BSINews, Bekasi — Persaingan di dunia kerja yang semakin dinamis membuat lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, komunikasi yang baik, serta kesiapan menghadapi perkembangan teknologi. Hal inilah yang dirasakan oleh salah satu alumni Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif angkatan 2024 yang kini berkarier sebagai Petugas Announcer di PT Kereta Api Indonesia (Persero).
Berkarier di PT KAI, Alumni Ilmu Komunikasi UBSI Bagikan Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja
Berkarier sebagai announcer di PT KAI menuntut kemampuan menyampaikan informasi secara jelas, akurat, dan tepat waktu kepada para penumpang. Selain keterampilan berbicara di depan publik, profesi ini juga membutuhkan ketelitian, kemampuan berkomunikasi, penguasaan teknologi, serta kesiapan bekerja dalam lingkungan yang dinamis.
Alumni tersebut mengaku bahwa pengalaman belajar selama menempuh pendidikan di UBSI menjadi bekal penting dalam menjalankan pekerjaannya. Berbagai mata kuliah, praktik penyiaran, public speaking, hingga pemanfaatan teknologi digital memberikan pengalaman yang kini dapat diterapkan secara langsung di dunia industri.
Ia menuturkan bahwa perkembangan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), telah mengubah cara kerja di berbagai sektor sehingga setiap lulusan dituntut untuk terus meningkatkan kompetensinya.
“Sebagai salah satu alumni yang kini sudah terjun di dunia industri, saya ingin berbagi sedikit realitas tentang dunia kerja saat ini. Tahun 2026 ini, dunia kerja bergerak sangat cepat. Kehadiran teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) bukan lagi masa depan, melainkan sudah menjadi bagian dari pekerjaan sehari-hari di kantor. Di UBSI, kami sudah dibekali pondasi teknologi yang kuat sejak awal. Namun ingat, kampus adalah wadah, dan kitalah yang menentukan bagaimana memanfaatkan kesempatan tersebut,” ungkapnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bekasi Rabu (24/6).
Baca Juga : Bermula dari Buku, Berujung Prestasi: Kisah Inas Zhafirah, Alumni UBSI yang Menghidupkan Semangat Literasi
Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan proses pembelajaran di ruang kelas. Berbagai pengalaman di luar akademik juga menjadi modal penting untuk membangun kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
“Jangan cuma jadi mahasiswa kupu-kupu, kuliah lalu pulang. Manfaatkan program magang, termasuk Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), ikuti organisasi, seminar, workshop, dan bangun portofolio sejak semester awal. IPK memang penting untuk membuka pintu kesempatan, tetapi skill, pengalaman, komunikasi, dan mentalitaslah yang akan menentukan seberapa jauh kita bisa berkembang di dunia kerja,” pesannya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa memilih perguruan tinggi hanyalah langkah awal. Keberhasilan karier ditentukan oleh kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi terhadap perubahan.
“Memilih kuliah di Universitas BSI adalah langkah awal yang tepat untuk mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Namun, sejak awal tanamkan mental sebagai pembelajar yang adaptif. Dunia kerja saat ini tidak mencari orang yang tahu segalanya, tetapi mereka yang cepat belajar, mampu berkolaborasi, dan siap menghadapi perubahan teknologi,” katanya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar memanfaatkan masa kuliah untuk terus mengembangkan kompetensi yang akan menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia profesional.
“Selagi masih muda, investasikan waktu untuk belajar teknologi, meningkatkan kemampuan bahasa asing, memperluas relasi, dan mengembangkan soft skills. Semua pengalaman itu akan menjadi bekal yang sangat berharga ketika memasuki dunia profesional. Ingat jargon kita, ‘Kuliah? BSI Aja!’, jadikan itu sebagai langkah awal untuk membuktikan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik. Tetap semangat berproses,” tuturnya.
Keberhasilan alumni Program Studi Ilmu Komunikasi ini menunjukkan bahwa kesiapan memasuki dunia kerja dibangun melalui perpaduan antara kompetensi akademik, pengalaman organisasi, kemampuan komunikasi, dan kemauan untuk terus belajar. Dengan dukungan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri, dosen praktisi, serta berbagai program pengembangan kompetensi, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia profesional.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen mencetak lulusan yang profesional, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja. Melalui pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri dan berbagai program pengembangan kompetensi, UBSI mendorong mahasiswa untuk menjadi talenta unggul yang mampu berkontribusi di era transformasi digital. (Safika)