Bukan Sekadar Eksis, Personal Branding Digital Jadi Kunci Mahasiswa Dilirik Dunia Kerja
BSINews, Jakarta — Di era digital, tampil menonjol bukan lagi soal kepintaran semata, tapi bagaimana seseorang membangun citra dan reputasi dirinya secara online. Personal branding digital kini menjadi bekal penting bagi mahasiswa yang ingin dikenal sebagai pribadi profesional sejak dini. Mahasiswa yang mampu membentuk identitas digital dengan konsisten akan lebih mudah dipercaya, dikenali, dan bahkan dilirik oleh dunia kerja lebih awal.
Bukan Sekadar Eksis, Personal Branding Digital Jadi Kunci Mahasiswa Dilirik Dunia Kerja
Langkah pertama dalam membangun personal branding digital adalah menentukan identitas diri yang jelas. Mahasiswa perlu tahu bagaimana ingin dikenal publik apakah sebagai kreator konten edukatif, programmer muda, calon jurnalis, atau pengusaha muda. Setelah itu, kehadiran di platform profesional seperti LinkedIn menjadi sangat penting, disusul pemanfaatan media sosial lain seperti Instagram atau TikTok untuk menampilkan kreativitas dan karya.
Menurut Dinda Kurniasari, dosen Ilmu Komunikasi UBSI, “Personal branding digital bukan cuma soal banyak followers, tapi tentang bagaimana mahasiswa mampu menunjukkan nilai, kompetensi, dan karakter positifnya di dunia maya.” Ia menambahkan bahwa konten yang relevan, konsisten, dan bermanfaat adalah kunci utama agar mahasiswa terlihat profesional.
Baca Juga:UBSI Tingkatkan Personal Value Pengelola RPTRA Bambu Apus Lewat Pelatihan Pemberdayaan Diri
Selain itu, berinteraksi secara aktif di komunitas digital juga menjadi bagian penting dalam memperkuat reputasi online. Terlibat dalam diskusi, berbagi insight, atau mengikuti webinar bisa memperluas koneksi dan menambah kredibilitas. Namun, mahasiswa juga perlu menjaga etika digital hindari menyebar hoaks atau hal negatif yang bisa merusak citra diri. (Sfkrhm)