Jangan Sampai Terlambat! Ini Waktu Terbaik Skrining Diabetes Kehamilan yang Wajib Ibu Tahu

0 24

BSINews-Mengetahui waktu terbaik skrining diabetes kehamilan sangat penting bagi generasi muda, khususnya calon ibu, agar dapat menjaga kesehatan diri dan bayi sejak dini. Skrining diabetes kehamilan bukan sekadar pemeriksaan rutin, tetapi langkah krusial untuk mendeteksi gangguan gula darah yang dapat berdampak serius jika tidak ditangani dengan tepat.

Diabetes kehamilan atau gestational diabetes mellitus (GDM) adalah kondisi meningkatnya kadar gula darah selama masa kehamilan. Kondisi ini umumnya muncul pada trimester kedua, namun sebenarnya prosesnya sudah dimulai sejak awal kehamilan, bahkan sebelum seorang wanita dinyatakan hamil.

Apa Itu Diabetes Kehamilan dan Mengapa Penting Dideteksi?

Diabetes kehamilan terjadi akibat perubahan hormon yang memengaruhi kerja insulin dalam tubuh. Jika tidak terkontrol, kondisi ini dapat memberikan dampak serius, baik bagi ibu maupun bayi.

Dalam jangka pendek, bayi berisiko lahir dengan berat badan berlebih (makrosomia), mengalami hipoglikemia setelah lahir, gangguan pernapasan, hingga membutuhkan perawatan intensif di NICU. Sementara dalam jangka panjang, anak memiliki risiko lebih tinggi mengalami obesitas, resistensi insulin, hingga diabetes tipe 2 saat dewasa.

Inilah alasan mengapa skrining diabetes kehamilan sangat penting dilakukan. Dengan deteksi dini, berbagai komplikasi tersebut dapat dicegah atau diminimalkan.

Kapan Waktu Terbaik Skrining Diabetes Kehamilan?

Menentukan waktu skrining yang tepat menjadi kunci utama dalam mendeteksi GDM secara efektif. Berikut panduan lengkapnya:

1. Trimester Pertama (0–13 minggu)


Pada tahap ini, skrining biasanya dilakukan untuk ibu dengan risiko tinggi, seperti memiliki riwayat diabetes, obesitas, usia di atas 35 tahun, atau riwayat GDM sebelumnya. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi gula darah puasa, HbA1c, atau tes glukosa sewaktu.

Deteksi sejak awal memungkinkan penanganan lebih cepat sehingga risiko pada bayi dapat ditekan.

2. Trimester Kedua (24–28 minggu)


Ini adalah waktu utama dan paling direkomendasikan untuk semua ibu hamil. Pada periode ini, dokter biasanya akan melakukan Oral Glucose Tolerance Test (OGTT), yaitu tes untuk mengukur respons tubuh terhadap glukosa.

Mengapa penting? Karena pada fase ini hormon kehamilan mulai mengganggu sensitivitas insulin, sehingga risiko diabetes meningkat.

3. Trimester Ketiga (28 minggu ke atas)


Skrining ulang dilakukan jika terdapat indikasi tertentu, seperti hasil sebelumnya borderline, pertumbuhan bayi terlalu besar, atau kenaikan berat badan ibu yang berlebihan. Fokus utama di tahap ini adalah pemantauan gula darah dan persiapan persalinan.

Cara Mengatasi dan Mencegah Diabetes Kehamilan

Jika terdiagnosis GDM, ibu tidak perlu panik. Dengan penanganan yang tepat, kehamilan tetap bisa berjalan sehat. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

1. Mengatur Pola Makan Sehat


Kurangi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana, serta perbanyak serat. Pola makan teratur setiap 3–4 jam juga membantu menjaga kadar gula darah stabil.

2. Aktivitas Fisik Rutin


Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga prenatal, atau senam hamil dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin.

3. Pemantauan Gula Darah


Pemeriksaan rutin sangat penting untuk memastikan kondisi tetap terkendali.

4. Terapi Insulin (Jika Diperlukan)

Dalam beberapa kasus, dokter akan memberikan insulin yang aman bagi ibu dan janin.

Selain itu, pencegahan juga bisa dilakukan sejak sebelum hamil, seperti menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, serta mengelola stres. Selama kehamilan, penting untuk menjaga pola makan seimbang, mengontrol kenaikan berat badan, dan rutin melakukan pemeriksaan kehamilan.

Mengetahui waktu terbaik skrining diabetes kehamilan adalah langkah penting untuk memastikan kesehatan ibu dan bayi. Dari trimester pertama hingga ketiga, setiap tahap memiliki peran dalam mendeteksi dan mengelola risiko diabetes kehamilan.

Semakin dini kondisi ini terdeteksi, semakin besar peluang untuk menjalani kehamilan yang sehat dan melahirkan bayi yang optimal. Bagi generasi muda, edukasi sejak awal tentang kesehatan kehamilan menjadi investasi penting untuk masa depan keluarga yang lebih sehat.

Oleh: Ns. Diah Ayu Agustin, M.Kep., Sp.Kep.An Kabag Humas dan Dosen Keperawatan Anak, Akper Bina Insan (Saat ini sedang dalam penyatuan dengan Universitas Bina Sarana Informatika Menjadi Fakultas Ilmu Kesehatan UBSI)

Leave A Reply

Your email address will not be published.