Pendidikan Harus Beradaptasi dengan Teknologi AI

0 27

BSINews, Bekasi – Aula Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin menjadi saksi pentingnya transformasi pendidikan di era modern. Pada Rabu (11/12), UBSI menggelar acara In House Training yang dihadiri oleh para pendidik dari berbagai sekolah di Kota Bekasi. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Bekasi, Drs. Boan, menyampaikan pidato inspiratif mengenai peran pendidikan dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Pendidikan Harus Beradaptasi dengan AI

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk selalu mendukung terciptanya ekosistem pendidikan yang selaras dengan perkembangan zaman. Dalam sambutannya, Drs. Boan menekankan urgensi adaptasi pendidikan terhadap kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, pendidikan harus mampu responsif agar generasi muda siap menghadapi tantangan global. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan,

Teknologi, khususnya kecerdasan buatan, telah merambah hampir semua aspek kehidupan kita. Dunia pendidikan tidak boleh tertinggal. Kita harus mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.

Lebih lanjut, Drs. Boan juga mendorong para guru untuk terus mengembangkan kompetensi. Ia mengingatkan bahwa guru memiliki peran sentral dalam pendidikan, sehingga penting untuk terus belajar agar tidak tertinggal.

“Guru adalah ujung tombak pendidikan. Jika kita tidak bergerak maju, maka kita akan tertinggal,” tambahnya dengan penuh semangat.

Baca juga:Jangan Ketinggalan! Konferensi AI Bertema “The Future of Learning” Siap Guncang Pontianak!

Selain motivasi, ia juga memberikan contoh konkret tentang penerapan teknologi AI dalam dunia belajar, mulai dari aplikasi personalisasi pembelajaran hingga perangkat analitik untuk memahami kebutuhan siswa. Baginya, AI bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan efektif.

Acara ini juga menjadi ajang diskusi bagi para pendidik dalam berbagi pengalaman tentang peluang dan tantangan integrasi teknologi ke dalam kurikulum. Antusiasme peserta menunjukkan keseriusan mereka dalam menghadirkan inovasi di sekolah masing-masing. Menutup sambutannya, Drs. Boan mengajak semua pihak bersinergi.

“Masa depan pendidikan ada di tangan kita. Mari bersama-sama membangun sistem pendidikan yang tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner,” pungkasnya.(Teguh)

Leave A Reply

Your email address will not be published.