FTI UBSI Gelar Pelatihan Fiber Optic Network Engineering untuk Perkuat Infrastruktur

0 27

BSINews, Jakarta — Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kramat 98 sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan pelatihan bertajuk “Fiber Optic Network Engineering for High-Performance Digital Campus Infrastructure” pada 15–16 April 2026 di Laboratorium Jaringan UBSI kampus Kramat 98. Kegiatan ini melibatkan dosen dan tenaga kependidikan sebagai peserta, dengan tujuan memperkuat pemahaman teknologi jaringan modern guna mendukung pengembangan infrastruktur digital kampus.

FTI UBSI Gelar Pelatihan Fiber Optic Network Engineering 

Pelatihan ini menghadirkan Hafis Nurdin sebagai narasumber utama yang memberikan materi terkait teknologi fiber optik, mulai dari konsep dasar hingga implementasi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di lingkungan kampus, sekaligus menjawab kebutuhan akan infrastruktur jaringan berkecepatan tinggi di era digital.

Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguasaan teknologi terkini oleh dosen sebagai bagian dari peningkatan mutu pendidikan. Ia menjelaskan bahwa hasil pelatihan diharapkan dapat segera diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

“Ke depannya, pengembangan bahan ajar khususnya pada mata kuliah Praktikum Jaringan Komputer dengan materi fiber optik (FTTH) bagi prodi Informatika dan Teknologi Informasi dapat segera terealisasi,” ujar Rachmat dalam keterangan rilis di Jakarta, Jumat (17/4).

Ia juga menambahkan bahwa peserta pelatihan memiliki peran penting sebagai agen perubahan di lingkungan akademik. “Peserta pelatihan ini diharapkan dapat menjadi role model bagi dosen lain yang mengajar jaringan komputer, baik di kampus utama maupun kampus PSDKU, demi meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan UBSI,” tegasnya.

Dalam sesi materi, Hafis Nurdin menjelaskan bahwa teknologi fiber optik menjadi standar utama dalam sistem telekomunikasi modern karena mampu mentransmisikan data dalam jumlah besar dengan kecepatan tinggi. Ia juga memaparkan cara kerja fiber optik yang memanfaatkan gelombang cahaya sebagai media penghantar data.

“Berbeda dengan kabel tembaga, fiber optik mengirimkan informasi dalam bentuk gelombang cahaya melalui serat kaca setipis rambut manusia,” jelasnya.

Hafis juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dan kesehatan kerja dalam penggunaan perangkat fiber optik. Ia menegaskan bahwa pengguna harus berhati-hati saat berinteraksi dengan perangkat aktif.

Baca juga : FTI UBSI Perkuat Kurikulum Berbasis Industri, Ratusan Dosen Bahas OBE dan Skill Abad 21

Sementara itu, Rachmat menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan dalam dua hari dengan pendekatan teori dan praktik. Pada hari pertama, peserta mempelajari dasar-dasar fiber optik, komponen jaringan, serta perhitungan kualitas sinyal. Sementara pada hari kedua, peserta melakukan simulasi koneksi jaringan secara langsung untuk memahami penerapan teknologi tersebut dalam kondisi nyata.

“Melalui kegiatan ini, FTI UBSI menargetkan setidaknya 50 persen peserta dapat mengintegrasikan materi fiber optik ke dalam Rencana Pembelajaran Semester pada periode berikutnya. Langkah ini diharapkan mampu mendukung transformasi UBSI yang memiliki infrastruktur jaringan andal dan berkapasitas tinggi,” tutupnya. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.