BSINews, Bogor — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali memperkuat komitmennya dalam mencetak lulusan yang kompetitif melalui penyelenggaraan IT Bootcamp Batch IV 2026 bertema “FutureCode: AI-Driven Software Engineering”. Kegiatan yang digelar selama dua hari, 23–24 Juni 2026, di Hotel Asyana Bogor ini diikuti oleh 50 mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) sebagai bekal menghadapi tantangan industri digital sekaligus meningkatkan daya saing di berbagai kompetisi tingkat nasional.
bFutureCode AI-Driven Software Engineering, IT Bootcamp UBSI Cetak Mahasiswa Siap Juara di Kompetisi Nasional
IT Bootcamp dirancang sebagai wadah pengembangan kompetensi teknis dan soft skills mahasiswa melalui pelatihan intensif, seminar industri, praktik kolaboratif, hingga presentasi proyek berbasis Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan mahasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki mental kompetitif dan siap menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Bogor, Sriyadi, menegaskan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak diperoleh secara instan, melainkan melalui proses belajar, evaluasi, dan keberanian untuk terus mencoba.
“Kami ingin mahasiswa berani keluar dari zona nyaman dan aktif mengikuti berbagai kompetisi. Menjadi juara bukanlah tujuan yang diraih secara instan, tetapi melalui proses panjang yang akan membentuk karakter, mental bertanding, serta kemampuan berpikir kritis. IT Bootcamp ini menjadi wadah untuk menyiapkan mahasiswa menjadi duta prestasi Program Studi Sistem Informasi UBSI,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Kamis (24/6).
Baca Juga : IT Bootcamp UBSI 2026 Cetak Talenta AI, Mahasiswa Ciptakan Solusi Digital untuk Kesehatan hingga Lingkungan
Salah satu sesi utama dalam bootcamp menghadirkan praktisi industri, Ismi, yang membawakan materi “Hands-On Software Quality Study Case: Testing WhatsApp Like a Professional QA”. Melalui sesi tersebut, peserta mempelajari proses pengujian perangkat lunak secara profesional, mulai dari penyusunan test case, pengujian kualitas aplikasi, identifikasi bug, hingga penyusunan rekomendasi perbaikan sesuai standar industri perangkat lunak.
Peserta juga memperoleh pengalaman praktik dalam memahami aspek kualitas aplikasi, seperti performa, keamanan, kompatibilitas, keandalan, hingga pengalaman pengguna. Pendekatan berbasis studi kasus ini memberikan gambaran nyata mengenai peran seorang Quality Assurance (QA) dalam memastikan kualitas produk digital sebelum digunakan oleh masyarakat.
Pada malam puncak kegiatan, seluruh peserta mempresentasikan hasil proyek inovasi yang telah dikembangkan selama dua pekan. Setiap kelompok diminta menghasilkan solusi digital yang mengacu pada 17 tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Kolaborasi mahasiswa dari berbagai kampus UBSI menghasilkan beragam karya inovatif yang dinilai berdasarkan kreativitas, manfaat, dan implementasi teknologi.
Adapun karya terbaik pada IT Bootcamp Batch IV 2026 berhasil diraih oleh tim dengan proyek Sistem Informasi Posyandu untuk Monitoring Pertumbuhan Balita dan Deteksi Risiko Stunting sebagai Juara I. Posisi Juara II diraih oleh Sistem Informasi Pelaporan, Publikasi, dan Sinkronisasi Data Kendaraan Hilang (SIKAHIL) Berbasis Web, sedangkan Juara III diraih oleh Sistem Informasi Manajemen Relawan dan Kegiatan Sosial Berbasis Website.
Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kampus Bogor Perdalam AI dan Software Engineering Lewat IT BootCamp Nasional
Melalui IT Bootcamp Batch IV 2026, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan program pengembangan kompetensi yang selaras dengan kebutuhan industri digital. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UBSI dalam mencetak lulusan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap berprestasi dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional. (Safika)