INCERFEST 2026 di UBSI Kampus Tegal Bekali Mahasiswa Beasiswa Jadi Kreator Media Digital
BSINews, Tegal — Komitmen membekali mahasiswa dengan keterampilan yang relevan di era digital terus dilakukan oleh Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Tegal. Melalui kegiatan Indonesia Cerdas Festival 2026 (INCERFEST), kampus ini menghadirkan sejumlah praktisi industri media untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan media digital dan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/3) di Aula UBSI kampus Tegal tersebut diikuti oleh mahasiswa penerima beasiswa jalur undangan. Melalui kegiatan ini, para peserta diajak memahami dinamika industri media sekaligus mempelajari peluang membangun media digital secara mandiri di tengah pesatnya transformasi teknologi.
INCERFEST 2026 di UBSI Kampus Tegal Buka Wawasan Mahasiswa tentang Peluang Media Digital
Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Ir. Naba Aji Notoseputro yang membahas pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi dan dunia digital. Ia menekankan bahwa mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif, serta mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana untuk berkarya dan berinovasi.
Sesi berikutnya diisi oleh Rifqi Firdaus, selaku Chief Business Officer dari MileniaNews Media Group Network. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa industri media saat ini mengalami perubahan besar melalui proses demokratisasi informasi. Jika sebelumnya media didominasi oleh korporasi besar, kini siapa pun memiliki kesempatan untuk membangun media digital secara mandiri melalui berbagai platform online.
Menurutnya, pola konsumsi informasi masyarakat juga telah mengalami perubahan dari media konvensional seperti televisi dan media cetak menuju media online, media sosial, hingga podcast. Perubahan tersebut membuka peluang lahirnya niche media, yaitu media yang fokus pada topik tertentu dengan kedekatan yang lebih kuat terhadap audiens.
Namun demikian, ia juga menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi media digital saat ini, seperti persaingan algoritma platform digital, maraknya hoaks yang memicu krisis kepercayaan publik, hingga tantangan monetisasi di tengah persaingan konten yang semakin padat.
Materi berikutnya disampaikan oleh Achmad Rifai, Chief Digital Officer dari Digital Creative Community (DICO). Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada strategi pengelolaan konten digital serta manajemen event berbasis komunitas.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan konten digital membutuhkan proses yang terstruktur, mulai dari perencanaan ide, produksi konten, proses editing, distribusi, hingga evaluasi performa konten. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya penggunaan content pillar dalam strategi media sosial, seperti konten edukasi, interaksi, inspirasi, dan promosi agar komunikasi dengan audiens dapat terbangun secara konsisten dan efektif.
Para peserta juga diajak memahami berbagai keterampilan yang perlu dimiliki oleh jurnalis dan kreator digital masa kini, seperti multimedia storytelling, pemanfaatan data dan teknologi Artificial Intelligence (AI), pemahaman SEO dan analisis audiens, hingga literasi bisnis dalam mengelola media digital.
Baca juga : Mahasiswa Beasiswa UBSI Didorong Kuasai Keterampilan Konten dan Media Digital di Era Informasi
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi dan kuis yang membuat suasana semakin hidup. Salah satu peserta, Afni, mengaku kegiatan tersebut terasa menarik dan menyenangkan.
“Menurut saya acaranya oke, apalagi ada kuis di akhir jadi tambah seru,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tegal pada Jumat (13/3).
Hal senada juga disampaikan oleh Muhammad Ardiansyah Ramadhan yang menilai kegiatan tersebut memberikan inspirasi sekaligus membuka wawasan baru bagi mahasiswa.
“Acara ini bukan hanya memberi inspirasi, tetapi juga membuka wawasan tentang pentingnya pendidikan dan kesempatan yang bisa mengubah masa depan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan INCERFEST 2026 ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berharap mahasiswa penerima beasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi, serta berani menciptakan peluang di dunia digital, termasuk dalam membangun media digital yang informatif dan berdampak bagi masyarakat. (Indari)