Mahasiswa Prodi Pariwisata UBSI Terapkan Project Based Learning melalui Laboratorium Lapangan di Desa Adat Baduy
BSINews Sukabumi — Sebagai upaya menghadirkan pengalaman belajar yang autentik dan berbasis praktik, Program Studi Sarjana Pariwisata, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menyelenggarakan kegiatan Laboratorium di Luar kampus sebagai implementasi pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) pada 2-3 Juli di Desa Adat Baduy, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten.
Mahasiswa Prodi Pariwisata UBSI Terapkan Project Based Learning melalui Laboratorium Lapangan di Desa Adat Baduy
Kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran pada tiga mata kuliah, yakni Manajemen Atraksi Wisata, Pariwisata Minat Khusus, dan Resorts and Leisure, yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung melalui observasi, analisis, serta interaksi dengan destinasi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal.
Melalui kegiatan laboratorium lapangan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mempelajari pengelolaan atraksi wisata berbasis masyarakat, memahami karakteristik pariwisata minat khusus, serta mengkaji konsep destinasi resort dan leisure yang berorientasi pada keberlanjutan.
Desa Adat Baduy dipilih sebagai lokasi pembelajaran karena memiliki keunikan budaya, sistem sosial, serta komitmen yang kuat dalam menjaga kelestarian alam dan tradisi sebagai bagian dari daya tarik wisata Indonesia. Lingkungan masyarakat Baduy yang masih mempertahankan adat istiadat secara turun-temurun menjadi ruang belajar yang relevan bagi mahasiswa dalam memahami praktik pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.
Melalui metode Project Based Learning, mahasiswa bekerja secara berkelompok untuk menghasilkan luaran proyek berupa laporan analisis destinasi, dokumentasi visual, presentasi akademik, hingga rekomendasi inovasi pengembangan pariwisata yang tetap menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat Baduy.
Kegiatan ini juga menjadi implementasi Outcome Based Education (OBE) yang diterapkan di Program Studi Sarjana Pariwisata UBSI, dengan menekankan pencapaian kompetensi mahasiswa melalui pengalaman belajar yang autentik, kolaboratif, dan berbasis penyelesaian masalah nyata di lapangan.
Dosen Program Studi Sarjana Pariwisata UBSI, Nova Yudha Andriansyah Putra, mengatakan bahwa kegiatan laboratorium lapangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami konsep pariwisata secara lebih komprehensif melalui pengalaman nyata.
“Melalui kegiatan laboratorium lapangan di Desa Adat Baduy, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga belajar memahami secara langsung bagaimana masyarakat mengelola potensi wisata berbasis budaya dan kearifan lokal. Pengalaman ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk menjadi insan pariwisata yang profesional, adaptif, dan memiliki kepedulian terhadap pengembangan pariwisata berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Sukabumi Kamis (4/7).
Selain meningkatkan kompetensi akademik, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian budaya, konservasi lingkungan, serta pentingnya pengembangan pariwisata yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Mahasiswa juga didorong untuk memahami bahwa keberhasilan pengembangan destinasi wisata tidak hanya diukur dari jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga dari kemampuan menjaga keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Program Studi Sarjana Pariwisata UBSI secara konsisten mengembangkan model pembelajaran yang adaptif terhadap kebutuhan industri melalui integrasi teori, praktik, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Laboratorium di luar kampus menjadi salah satu strategi pembelajaran unggulan dalam mencetak lulusan yang profesional, inovatif, berdaya saing global, serta memiliki kepedulian terhadap pengembangan pariwisata Indonesia yang berkelanjutan.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten di bidang pengelolaan destinasi wisata, industri hospitality, kewirausahaan pariwisata, pemasaran digital, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan melalui kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE), pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi dengan dunia industri, dan kegiatan laboratorium lapangan. (Safika)