Mahasiswa UBSI Kampus Bogor Dukung Ketahanan Pangan Melalui Edukasi dan Praktik Lapangan di KWT Badak Putih Asri

0 7

BSINews, Bogor — Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pentingnya sektor pangan, mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan bertajuk “Aksi Nyata Peran Wanita Tani dalam Mewujudkan Ketahanan Nasional Berbasis Ketahanan Pangan” di Kelompok Wanita Tani (KWT) Badak Putih Asri, Desa Kota Batu, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Jumat (30/5).

Mahasiswa belajar langsung tentang pertanian, peternakan, pengolahan pangan, dan pengelolaan lingkungan

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan wawasan dan pemahaman peserta mengenai pentingnya ketahanan pangan melalui sektor pertanian, peternakan, pengelolaan lingkungan, serta pengolahan hasil pangan. Melalui kegiatan tersebut, peserta diajak melihat secara langsung berbagai upaya yang dilakukan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal guna mendukung ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Ketua pelaksana kegiatan, Hani, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang bermanfaat karena peserta dapat memperoleh pengalaman langsung dari para pelaku usaha dan anggota Kelompok Wanita Tani.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman bahwa ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, mengelola hasil pertanian, serta mengembangkan usaha pangan lokal, masyarakat dapat berkontribusi dalam menciptakan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Jum’at (30/5).

Baca Juga : UBSI Kembangkan Sistem Pertanian Cerdas SIKECE Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Ketahanan Pangan Perkotaan

Kegiatan diawali dengan praktik bertani sekaligus pengenalan berbagai jenis tanaman yang dibudidayakan oleh anggota KWT Badak Putih Asri. Peserta memperoleh penjelasan mengenai teknik budidaya tanaman yang diterapkan serta manfaatnya dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun masyarakat.

Selanjutnya, peserta mengunjungi area peternakan ayam untuk melihat secara langsung proses pemeliharaan ternak yang menjadi salah satu sumber pangan dan pendapatan masyarakat. Pada sesi ini, peserta mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan peternakan yang baik serta kontribusinya dalam mendukung ketahanan pangan.

Selain itu, peserta juga memperoleh edukasi mengenai pengolahan sampah menjadi produk yang bermanfaat dan ramah lingkungan. Materi tersebut memberikan pemahaman tentang pentingnya pengelolaan limbah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pertanian.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta turut mengamati proses pembuatan tahu sebagai salah satu contoh usaha pengolahan pangan yang memiliki nilai ekonomi. Melalui observasi tersebut, mahasiswa dapat memahami proses pengolahan bahan pangan hingga menjadi produk yang siap dikonsumsi masyarakat.

Kepala kampus UBSI kampus Bogor, Sugiono, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar langsung dari masyarakat sekaligus memahami peran sektor pertanian dan pangan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap pengalaman yang diperoleh dapat meningkatkan kesadaran generasi muda mengenai pentingnya ketahanan pangan sebagai salah satu fondasi ketahanan nasional,” ungkapnya.

Baca Juga : Perjalanan Sunyi Seorang Perempuan yang Belajar Administrasi Bisnis dan Ketahanan Hidup Sekaligus

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga memahami pentingnya kolaborasi antara masyarakat, kelompok tani, dan generasi muda dalam menjaga keberlanjutan pangan. Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan potensi lokal untuk mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi, dokumentasi bersama, serta refleksi mengenai pentingnya peran masyarakat, khususnya kelompok wanita tani, dalam mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan berkontribusi terhadap ketahanan nasional. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.