UBSI Kembangkan Sistem Pertanian Cerdas SIKECE Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Ketahanan Pangan Perkotaan
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif meluncurkan Sistem Kebun Cerdas (SIKECE), sebuah inovasi berbasis Internet of Things (IoT) dan Edge Computing yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian perkotaan di Indonesia. Sistem ini diharapkan menjadi solusi bagi tantangan keterbatasan lahan dan perubahan iklim yang dihadapi sektor pertanian di perkotaan pada Senin (17/11).
UBSI Kembangkan Sistem Pertanian Cerdas SIKECE Berbasis IoT dan Edge Computing untuk Ketahanan Pangan Perkotaan
Penelitian ini digagas oleh tim dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UBSI, diketuai oleh Saeful Bahri, dengan anggota Miftah Farid Adiwisastra, serta melibatkan mahasiswa Habib Umar dan Rahadi Ramdan. Mereka mengembangkan model kecerdasan buatan yang terintegrasi dengan perangkat IoT, di mana pemrosesan data dilakukan melalui pendekatan edge computing.
Pendekatan edge computing memungkinkan sistem untuk bekerja secara real-time dan responsif, sekaligus meminimalkan ketergantungan pada server dan koneksi internet. Dengan memproses data langsung di perangkat, SIKECE dapat beroperasi secara andal bahkan di wilayah dengan infrastruktur digital yang terbatas.
SIKECE menawarkan berbagai fitur, termasuk pemantauan kondisi tanaman secara real-time, pengendalian otomatis pompa irigasi dan nutrisi, pengolahan data sensor untuk analisis cepat, rekomendasi berbasis kecerdasan buatan untuk meningkatkan kualitas hasil panen, serta antarmuka *mobile* yang mudah diakses oleh masyarakat dan komunitas urban farming. Sistem ini dirancang untuk dapat diterapkan di berbagai skala, mulai dari kebun rumahan hingga usaha pertanian kota skala kecil.
Saeful Bahri menjelaskan bahwa pengembangan SIKECE merupakan komitmen UBSI untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan bermanfaat bagi masyarakat.
“Pengembangan SIKECE merupakan komitmen kami untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Kami ingin menjadikan teknologi kecerdasan buatan dan IoT sebagai solusi yang terjangkau untuk meningkatkan efisiensi urban farming. Dengan memanfaatkan edge computing, sistem dapat bekerja lebih cepat, hemat data, dan tetap andal meskipun koneksi internet terbatas. Kami berharap hasil penelitian ini dapat berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong budaya pertanian modern di perkotaan Indonesia,” ujarnya dalam keterangan rilis Senin (17/11).
Baca Juga:Cloud dan Edge Computing Cetak Pertumbuhan 35%, Jadi Pilar Transformasi Digital Indonesia
Penelitian ini telah mencatat beberapa capaian penting, termasuk pengembangan model kecerdasan buatan terintegrasi IoT, penerapan edge computing untuk mempercepat respons sistem, prototipe SIKECE yang siap diuji lebih luas, perolehan Sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HKI), serta dokumentasi kegiatan dan uji lapangan yang menunjukkan efektivitas sistem. UBSI terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui berbagai program penelitian terapan dan inovasi teknologi di bidang digital, pertanian modern, dan pemberdayaan masyarakat. (Sfkrhm)