Mengenal Diri, Mencintai Negeri: Mahasiswa UBSI Tanamkan Nilai Lewat Aksi Nyata

1 49

BSINews, Bekasi – Pengabdian kepada masyarakat atau Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi bagian penting dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang pun mengambil peran dengan melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Rakyat Bekasi, pada Sabtu (14/6).

Mengusung tema “Mengenal Diri, Mencintai Negeri: Edukasi Identitas Nasional dan Nilai Kemanusiaan untuk Anak Sekolah Rakyat”, kegiatan ini dirancang sebagai pendekatan kreatif untuk membangun karakter anak sejak dini. Ketua pelaksana kegiatan, Claura Fitriantika Nabilla, menjelaskan bahwa pemilihan Sekolah Rakyat Bekasi sebagai lokasi pengabdian didasarkan pada karakteristik sekolah yang inklusif dan partisipatif dalam memberikan akses pendidikan alternatif.

“Berdasarkan tema yang diusung, kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi anak-anak, khususnya di Sekolah Rakyat Bekasi, mengenai pentingnya identitas nasional dan nilai kemanusiaan melalui kegiatan yang positif dan kreatif,” jelas Claura dalam keterangan rilis, Sabtu (14/6).

Baca juga: Mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang Tanamkan Semangat Kebersamaan Lewat Pengabdian Masyarakat di SDN Kali Baru III

Sebanyak 35 anak mengikuti berbagai aktivitas yang meliputi menanam kacang hijau bertema “Menanam Kebaikan, Menuai Kebaikan”, tebak tokoh pahlawan, menyanyikan lagu nasional, menggambar media interaktif Garuda Pancasila, serta menulis harapan dan cita-cita di pohon masa depan.

Claura menambahkan bahwa kegiatan pengabdian ini juga menggabungkan unsur pendidikan agama untuk menanamkan nilai moral dan spiritual. “Kegiatan keagamaan kami hadirkan sebagai media menanamkan nilai-nilai universal seperti kejujuran, saling menghormati, tanggung jawab sosial, dan kasih sayang,” imbuhnya.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan antara institusi pendidikan tinggi dan Sekolah Rakyat. “Melalui program ini, kami ingin membangun kerja sama jangka panjang yang relevan dalam pemberdayaan pendidikan nonformal,” ungkap Claura.

Sementara itu, relawan Sekolah Rakyat Bekasi, Muna Ruanda, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran mahasiswa UBSI. Ia menilai program yang dibawa memberikan dampak positif bagi anak-anak. “Kegiatan ini sangat positif dan kami senang sekali karena adik-adik di Sekolah Rakyat bisa belajar dengan cara yang menyenangkan,” ujarnya.

Muna juga mengisahkan latar belakang berdirinya Sekolah Rakyat Bekasi yang lahir dari keresahan komunitas terhadap dampak pembelajaran daring saat pandemi. Menurutnya, banyak anak yang tidak memahami materi karena tugas-tugas sekolah dikerjakan orang tua.

Baca juga: BSI Explore 2025, Wadah Mahasiswa UBSI Ciptakan Karya Ilmiah Berbasis Pengabdian

“Anak-anak sekarang terlalu akrab dengan gadget, tapi kurang mengenal lingkungan sekitar. Maka dari itu, kami bentuk sekolah ini agar mereka bisa kembali mengenal dunia luar, belajar langsung, dan membentuk pola pikir yang lebih sehat,” jelas Muna.

Ia menegaskan bahwa meskipun bersifat nonformal, Sekolah Rakyat tetap mengajarkan dasar-dasar penting seperti baca, tulis, dan hitung (calistung) untuk memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi.

Turut mendampingi Claura dalam kegiatan ini, mahasiswa UBSI kampus Kaliabang lainnya yakni Arni Wijaya, Putri Dea Amelia, Silvia Dwi Putri Pratiwi, Nur Rahma Niyawati, Salsa Zahra Camila, Sekar Ayu Kinasih, Maulana Firmawan, Fauzy Mujizatullah, serta Rahmat Khairurizqi.(Niken)

1 Comment
  1. Nur Rahma says

    sangat inpiratif

Leave A Reply

Your email address will not be published.