Pencegahan Pelecehan Seksual Pada Anak Usia Dini Sangat Penting

0 704

BSINews, Jakarta – Kegiatan implementasi pembelajaran Mata Kuliah Wajib pada Kurikulum (MKWK) berbasis  proyek sukses dilaksanakan oleh Kampus Digital Kreatif Universitas BSI (Bina Sarana Informatika). Mengangkat tema pencegahan pelecehan seksual, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik tentang  pencegahan pelecehan seksual di lingkungan anak PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

Kelompok mahasiswa yang terdiri dari mahasiswa program studi Akuntansi Universitas BSI kampus
Pemuda melakukan edukasi di RA. Hibbulloh Jakarta Utara, pada Selasa (30/4).

Baca juga: Showcase Pelaksanaan Model Pembelajaran MKWK Berbasis Proyek Universitas BSI kampus Jatiwaringin

Chika Suci Ramadhita selaku pemateri mengatakan, pencegahan pelecehan seksual pada anak usia dini menjadi isu krusial yang perlu mendapat perhatian serius. Anak-anak di usia ini rentan terhadap berbagai bentuk pelecehan, baik secara fisik, psikis, maupun seksual.

“Maraknya kasus pelecehan seksual belakangan ini sangat meresahkan, terlebih di lingkungan pendidikan. Menurut data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen-PPPA), dalam periode 1 Januari-30 April 2024 ada 6.114 kasus kekerasan yang tercatat di seluruh Indonesia Oleh karena itu, edukasi dan pemahaman tentang pencegahan pelecehan seksual menjadi sangat penting untuk melindungi generasi penerus bangsa,” jelas Chika, yang juga mahasiswa Universitas BSI kampus Pemuda ini.

Sementara itu, menurut Alfiani Hana Putri selaku pemateri kedua menjelaskan, dari seluruh kasus kekerasan seksual yang terjadi, 5.334 korbannya merupakan perempuan dan 1.318 korban berjenis kelamin laki-laki. Sebanyak 64% kasus terjadi pada anak dan 516 kasus terjadi di sekolah.

Sedangkan jenis kekerasan yang paling banyak dialami korban berupa kekerasan seksual, kekerasan fisik, dan kekerasan psikis.

Baca juga: MKWK Berbasis Proyek Universitas BSI Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada SMAN 5 Bekasi

Menanggapi hal tersebut, Leni selaku Guru RA Hibbulloh mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mengedukasi siswa/i RA Hibbulloh agar lebih paham terhadap pengetahuan pelecehan seksual.

“Pelecehan seksual sudah marak terjadi tidak hanya di lingkungan masyarakat tetapi lingkungan terdekat juga dan di umur 2 tahun ini anak-anak sudah diajarkan bagian-bagian tubuh yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh,” ungkapnya.

Ia menambahkan, upaya untuk mencegah pelecehan seksual pada anak usia dini untuk mengedukasi anak-anak agar lari menjauh dan berteriak meminta tolong kepada orang sekitar apabila mereka mengalami pelecehan seksual.

Leave A Reply

Your email address will not be published.