Toleransi Beragama dalam Lingkungan Kerja, Wujud Harmoni dan Produktivitas

0 570

BSINews, Jakarta – Mahasiswa Akuntansi Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) kampus Cikarang & Universitas BSI kampus Cibitung berkolaborasi mengadakan diskusi terbuka bertajuk ‘Toleransi Beragama dalam Lingkungan Kerja’ secara daring melalui Zoom pada Rabu (1/5).

Kegiatan ini diinisiasi untuk memperkuat kerukunan dan toleransi di antara karyawan dan mahasiswa/i serta memberikan inspirasi melalui kisah nyata tentang sudut pandang berbeda dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kerja.

Baca juga: Membangun Kesadaran Toleransi Budaya dan Agama Serta Perlunya Menjaga Lingkungan

Marsha, salah satu anggota kelompok mahasiswa, menjelaskan bahwa tujuan diskusi ini adalah untuk merayakan keberagaman dan memperkuat toleransi di lingkungan kerja.

“Kami ingin menjelajahi nilai-nilai inklusivitas, saling penghargaan, dan keragaman keyakinan sebagai pondasi bagi sebuah lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ujarnya.

Dalam sesi diskusi, Joseph, sebagai narasumber dari sudut pandang agama non-muslim, menegaskan pentingnya sikap toleransi di lingkungan kerja sesuai dengan prinsip-prinsip hukum ketenagakerjaan.

“Setiap individu harus dinilai berdasarkan kemampuan dan kompetensi, bukan karena faktor-faktor seperti latar belakang etnis atau agama,” kata Joseph.

Diskusi tersebut membahas kondisi toleransi sehari-hari di lingkungan kerja dan pentingnya saling menghormati dan mendukung satu sama lain dalam mengakomodasi perbedaan keyakinan.

“Melalui kisah inspiratif rekan kerja yang berhasil membangun hubungan harmonis meskipun berbeda keyakinan, diharapkan dapat memberikan contoh konkret tentang bagaimana mempraktikkan toleransi dalam tindakan sehari-hari,” ungkapnya.

Baca juga: Mahasiswa Universitas BSI Kampus Kalimalang Ajarkan Pentingnya Toleransi

Ia menjelaskan, acara yang diusung mahasiswa Universitas BSI ini tidak hanya menjadi platform untuk berbagi pengalaman inspiratif, tetapi juga menyediakan sesi interaktif di mana peserta dapat berdiskusi tentang perspektif lingkungan kerja terkait perbedaan antara mayoritas dan minoritas dalam jenjang karir.

“Dengan berakhirnya diskusi, diharapkan peserta dapat memiliki pandangan yang lebih terbuka tentang toleransi dalam dunia kerja yang selalu dinamis,” tandasnya.(ACH)

Leave A Reply

Your email address will not be published.