Pendidikan Berkualitas Dimulai dari Dosen Unggul, UBSI Pacu Pengurusan Kepangkatan Fungsional
BSINews, Tasikmalaya — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya memperkuat kualitas tenaga pendidik melalui pengembangan jenjang kepangkatan fungsional dosen. Melalui Bagian Pengembangan Dosen, UBSI menghadirkan program pendampingan, pelatihan, dan konsultasi teknis guna membantu para dosen dalam mengurus kenaikan jabatan akademik sesuai ketentuan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (KemendiktiSaintek).
Jenjang kepangkatan dosen, seperti Asisten Ahli, Lektor, Lektor Kepala, hingga Guru Besar, tidak hanya menjadi indikator kemajuan karier akademik, tetapi juga merepresentasikan kontribusi konkret dosen dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca juga: UBSI Kampus Bekasi Raih Akreditasi Unggul: Bukti Nyata Kualitas Pendidikan Bertaraf Nasional
Tuti Alawiyah, staf Bagian Pengembangan Dosen UBSI Kampus Kota Tasikmalaya, menjelaskan bahwa kepangkatan dosen sejatinya merupakan bentuk pengakuan terhadap kompetensi, integritas, serta karya ilmiah yang telah dihasilkan. “Semakin tinggi jenjang fungsional seorang dosen, maka semakin luas pula ruang kontribusinya dalam membangun mutu pembelajaran, mengembangkan riset, dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat,” ujarnya.
UBSI secara berkala menyelenggarakan pelatihan penyusunan Dupak (Daftar Usul Penetapan Angka Kredit), bimbingan teknis administrasi, serta pendampingan intensif dalam proses verifikasi dokumen. Layanan ini diberikan sebagai bentuk dukungan institusi agar proses pengajuan kenaikan jabatan berjalan lancar dan sesuai regulasi terbaru.
Selain aspek administratif, UBSI juga membangun budaya akademik yang mendukung dosen untuk terus berkarya dan menghasilkan publikasi ilmiah. Setiap kampus daerah, termasuk di Kota Tasikmalaya, dilibatkan dalam mendorong dosen untuk aktif menulis jurnal, mengikuti seminar, serta terlibat dalam pengabdian masyarakat berbasis riset.
Langkah ini tidak hanya berdampak pada karier individu dosen, tetapi juga berkontribusi langsung terhadap pencapaian target institusional kampus, seperti peningkatan akreditasi program studi, peringkat perguruan tinggi, dan kinerja riset nasional. UBSI percaya bahwa dosen dengan jenjang fungsional yang sesuai akan menjadi ujung tombak dalam menciptakan ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Baca juga: Menjaga Mutu Pendidikan, UBSI Kampus Solo Jalani Asesmen Akreditasi Prodi SIA
Dengan dorongan dan fasilitasi yang berkelanjutan, UBSI berharap para dosen semakin termotivasi untuk mengembangkan kapasitas diri sekaligus membawa kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di Indonesia. (Yusna)