PKM Mahasiswa UBSI Kampus Karawang Tanamkan Nilai Pancasila Sejak Dini
BSINews, Karawang – Upaya penguatan nilai kebangsaan sejak dini terus menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menghadirkan edukasi nilai Pancasila bagi siswa Sekolah Menengah Negeri (SDN) Dukuhkarya II, Rengasdengklok, Karawang, pada Jumat (31/10).
PKM sebagai Media Penguatan Karakter dan Moralitas Siswa
Kegiatan yang mengusung tema “Penanaman Nilai-Nilai Pancasila sebagai Upaya Pembentukan Karakter dan Moralitas Siswa Sekolah Dasar” ini digagas oleh tiga mahasiswa Program Studi (Prodi) Akuntansi, yakni Jeslyn Kristina, Asya Payila, dan Nico Materazzi. Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Pancasila, Silvia Nanda Putri Erito.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, memandang pendidikan karakter sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki moralitas dan sikap kebangsaan yang kuat. Kegiatan PKM ini menjadi respons atas masih terbatasnya pemahaman siswa sekolah dasar dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Beasiswa UBSI Kampus Karawang Jadi Akses Penting Pendidikan Tinggi bagi Siswa SMAN 1 Majalaya
Berdasarkan hasil pengamatan, sejumlah perilaku seperti kedisiplinan yang belum konsisten, interaksi sosial yang kurang harmonis, serta minimnya praktik gotong royong menunjukkan perlunya pendekatan edukatif yang lebih kreatif dan kontekstual. Oleh karena itu, edukasi Pancasila dikemas dengan metode yang dekat dengan dunia anak-anak.
Jeslyn Kristina selaku ketua pelaksana menjelaskan bahwa nilai moral akan lebih mudah diterima jika disampaikan melalui pengalaman yang menyenangkan.
“Nilai-nilai Pancasila akan lebih tertanam ketika disampaikan lewat aktivitas yang dekat dengan keseharian anak-anak. Kami berharap siswa tidak hanya menghafal, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya dalam keterangan rilis, Sabtu (01/11).
Untuk mendukung efektivitas penyampaian materi, tim PKM merancang rangkaian pembelajaran interaktif yang mendorong partisipasi aktif siswa. Kegiatan diawali dengan cerita bergambar yang menggambarkan makna setiap sila Pancasila melalui contoh sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan visual ini membantu siswa memahami konsep Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan dengan lebih mudah.
Selain itu, siswa diajak mengikuti berbagai permainan edukatif yang menekankan nilai kerja sama, tanggung jawab, dan kejujuran. Melalui permainan kelompok, siswa belajar arti gotong royong, saling menghargai, serta menyelesaikan tugas bersama. Suasana belajar pun terasa lebih hidup karena anak-anak terlibat langsung dalam setiap aktivitas.
Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi ringan dan sesi tanya jawab untuk menggali pemahaman siswa terhadap situasi moral di lingkungan rumah maupun sekolah. Tim PKM juga menayangkan video inspiratif bertema toleransi, keberagaman, dan cinta tanah air guna memperkuat pesan nilai kebangsaan.
Salah satu guru SDN Dukuhkarya II menyampaikan bahwa metode pembelajaran seperti ini sangat membantu siswa memahami nilai Pancasila tanpa merasa digurui.
“Anak-anak terlihat lebih berani berpendapat dan aktif selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Dukungan pihak sekolah menjadi faktor penting dalam kelancaran kegiatan PKM ini. Program tersebut dinilai sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa. Sebagai bentuk keberlanjutan, tim mahasiswa juga menyerahkan media edukasi berupa poster Pancasila dan alat bantu belajar yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran selanjutnya.
Nico Materazzi menuturkan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa.
“Kami belajar berkomunikasi dengan anak-anak, bekerja sama dalam tim, serta memahami kebutuhan masyarakat secara langsung,” ungkapnya.
Perubahan sikap siswa selama kegiatan berlangsung menjadi indikator positif keberhasilan program ini. Siswa terlihat lebih disiplin, aktif berdiskusi, dan mampu menjelaskan contoh penerapan nilai Pancasila secara mandiri. Asya Payila menambahkan,
“Kami senang melihat siswa mulai memahami bahwa Pancasila bukan sekadar teori, tetapi pedoman hidup sehari-hari.” tambahnya.
Baca juga: Dirgahayu SMAN 3 Karawang Didukung UBSI Kampus Karawang
Melalui kegiatan PKM ini, UBSI kampus Karawang menegaskan perannya dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan berjiwa kebangsaan. Pendekatan edukatif yang humanis tidak hanya memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai Pancasila, tetapi juga mendorong terbentuknya perilaku positif di lingkungan sekolah.
Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diperluas agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya di tingkat pendidikan dasar. Dengan menjadikan Pancasila sebagai fondasi, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen menyiapkan generasi yang unggul, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital.(Dina Olivia)