BSINews, Jakarta – Program Studi Administrasi Bisnis Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) menggelar acara bimbingan teknis dan penyampaian kebijakan terbaru terkait Tugas Akhir bagidosen pembimbing. Acara ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada Rabu, (3/4).
Fera Nelfianti selaku Kaprodi Administrasi Bisnis Universitas BSI membuka acara dan memaparkan materi tentang kebijakan terbaru Tugas Akhir. Dalam penyampaiannya, Fera menjelaskan tentang persyaratan IPK minimal 2.0, syarat ketiadaan nilai D atau E pada mata kuliah, dan frekuensi minimal 8x bimbingan bagi mahasiswa.
Baca juga: Universitas BSI Ajak Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris dalam Penyusunan Skripsi dan Tugas Akhir
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyosialisasikan kebijakan terbaru seputar Tugas Akhir dan outline yang berlaku di Prodi Administrasi Bisnis, acara ini menjadi wadah bagi dosen pembimbing untuk memahami tata cara dan persyaratan terbaru dalam membimbing mahasiswa Tugas Akhir,” tuturnya.
Ia menjelaskan, prodi Administrasi Bisnis menawarkan 6 jenis outline yang dapat dipilih oleh mahasiswa, mulai dari Kualitatif Deskriptif, Kuantitatif Data Primer, hingga Riset Pemasaran. Fera menegaskan bahwa mahasiswa yang memilih outline tertentu wajib melakukan magang atau riset di perusahaan berorientasi profit, dengan luaran berupa laporan Tugas Akhir.
“Dalam tahap selanjutnya, mahasiswa dapat didaftarkan untuk menjalani sidang setelah laporan Tugas Akhir mereka telah diperiksa menggunakan Turnitin dengan tingkat plagiarisme maksimal 25%,” ujarnya.
Selain itu, mahasiswa diharuskan memiliki sertifikat TOEFL dengan skor 400 serta satu sertifikat kompetensi dari BNSP dan satu sertifikat kompetensi dari vendor, khususnya sertifikasi Zahir untuk program studi Administrasi Bisnis.
Baca juga: Universitas BSI Sosialisasikan Outline Tugas Akhir bagi Mahasiswa Administrasi Bisnis
“Adapun aturan baru termasuk penggunaan watermark dengan logo Universitas BSI pada setiap lembar Tugas Akhir, serta penggunaan e-materai pada lembar persetujuan dan lampiran-lampiran, mengarah pada pola tanpa kertas untuk proses sidang Tugas Akhir,” paparnya.
Fera berharap agar dosen pembimbing dapat mengingatkan mahasiswa terkait kebijakan terbaru Tugas Akhir guna kelancaran proses bimbingan dan kelulusan mahasiswa sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(ACH)