Prodi Hubungan Internasional UBSI Gelar Pertemuan Akademik dan Diskusi Mata Kuliah Terintegrasi
BSINews, Jakarta — Program Studi Hubungan Internasional Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan Pertemuan Akademik Program Studi Hubungan Internasional dan Diskusi Mata Kuliah Terintegrasi pada Senin (14/9). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8 Gedung Rektorat Universitas Bina Sarana Informatika ini menjadi bagian dari persiapan pembelajaran Tahun Akademik 2026/2027.
Prodi Hubungan Internasional UBSI Gelar Pertemuan Akademik dan Diskusi Mata Kuliah Terintegrasi
Pertemuan tersebut diikuti Ketua Program Studi Hubungan Internasional Devy Putri Kussanti, Ketua Bagian Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LPPP) UBSI Fera Nelfianti, serta Tim Unit Pengembangan Akademik Program Studi Hubungan Internasional yang terdiri atas Acih Sari, M. Lukman Arifianto, Gema Ramadhan Bastari, Lathiefah Widuri Retyaningtyas, dan Bimo Aji.
Sejumlah agenda strategis dibahas dalam pertemuan tersebut, mulai dari persiapan pembelajaran Tahun Akademik 2026/2027, pematangan program dan kegiatan dosen serta mahasiswa, pemenuhan kewajiban dosen dalam pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, hingga perencanaan penugasan mahasiswa yang menghasilkan output berorientasi global.
Salah satu pembahasan utama dalam kegiatan tersebut adalah integrasi antarmata kuliah. Pembahasan diarahkan untuk membangun keterkaitan materi pembelajaran agar mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan analisis, dan kemampuan komunikasi dalam menyelesaikan berbagai persoalan hubungan internasional.
Ketua Program Studi Hubungan Internasional UBSI, Devy Putri Kussanti, menjelaskan bahwa integrasi pembelajaran juga diarahkan untuk menghasilkan tugas dan karya mahasiswa yang memiliki perspektif global. Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan lingkungan internasional.
“Melalui integrasi pembelajaran, penugasan mahasiswa juga diarahkan agar menghasilkan output yang memiliki perspektif global, baik dalam bentuk karya akademik, proyek, kajian, maupun produk pembelajaran lainnya. Hal ini menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dinamika lingkungan internasional yang semakin kompleks dan kompetitif,” ujar Devy dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Selasa (15/9).
Selain membahas pembelajaran, pertemuan juga membahas pematangan kegiatan dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan ekosistem akademik Program Studi Hubungan Internasional. Berbagai kegiatan akademik dan nonakademik diharapkan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, pengalaman, jejaring, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan isu global.
Pada aspek pengembangan dosen, pembahasan mengenai pemenuhan kewajiban Tridarma Perguruan Tinggi menjadi salah satu agenda penting. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat perlu dilaksanakan secara seimbang untuk mendukung pengembangan program studi.
Pertemuan akademik ini diharapkan dapat menghasilkan kesamaan arah dan strategi bagi tim Program Studi Hubungan Internasional dalam mempersiapkan pelaksanaan kegiatan akademik Tahun Akademik 2026/2027. Perencanaan yang matang dan kolaboratif menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran serta memberikan pengalaman akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan isu hubungan internasional.
Melalui penguatan integrasi akademik, kolaborasi dosen dan mahasiswa, serta orientasi pada output berwawasan global, Program Studi Hubungan Internasional UBSI terus berupaya mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap berkontribusi dalam lingkungan internasional. (Safika)