Rapat Kerja Pimpinan UBSI Matangkan Draf Visi Keilmuan Prodi Pariwisata Berbasis Digital dan Industri
BSINews, Jakarta- Penyusunan Draf Visi Keilmuan Program Studi Pariwisata menjadi agenda utama dalam Rapat Kerja Pimpinan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang digelar pada Rabu (7/2/2024) di Rektorat Universitas BSI, Jalan Kramat Raya No. 98, Senen, Jakarta Pusat. Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan universitas, pimpinan fakultas, dosen, serta tim penyusun dokumen pembukaan Program Studi Pariwisata untuk merumuskan arah pengembangan keilmuan yang selaras dengan kebutuhan industri dan perkembangan pendidikan tinggi.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus memperkuat kualitas akademik melalui pengembangan program studi yang inovatif dan adaptif terhadap transformasi digital. Penyusunan visi keilmuan ini menjadi bagian dari strategi universitas dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang mampu mencetak lulusan profesional, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Kegiatan diawali dengan pemaparan Ketua Yayasan Bina Sarana Informatika, Herman P. Harsoyo, M.Kom. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa visi keilmuan merupakan fondasi utama dalam pengembangan program studi baru sehingga harus mampu menjadi arah strategis bagi penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Penyusunan visi keilmuan merupakan fondasi utama dalam pengembangan program studi baru. Visi yang dirumuskan harus mampu menjadi arah strategis bagi pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta selaras dengan kebutuhan pembangunan nasional dan perkembangan pendidikan tinggi,” ujar Herman P. Harsoyo.
Selanjutnya, Rektor Universitas BSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom., M.M., M.Pd., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa penyusunan visi keilmuan harus didasarkan pada analisis lingkungan internal dan eksternal. Menurutnya, rumusan visi perlu mempertimbangkan perkembangan ilmu pengetahuan, transformasi digital, kebutuhan DUDI, serta kebijakan pendidikan tinggi agar mampu menjadi pedoman dalam penyusunan kurikulum, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Materi berikutnya disampaikan oleh Wakil Rektor II Bidang Akademik, Dr. Diah Puspitasari, M.Kom. Ia menekankan pentingnya penyelarasan visi keilmuan dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), Outcome-Based Education (OBE), dan Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). Menurutnya, visi keilmuan harus diterjemahkan secara sistematis ke dalam capaian pembelajaran lulusan, struktur kurikulum, proses pembelajaran, hingga sistem penjaminan mutu agar mampu menghasilkan lulusan yang unggul dan kompetitif.
Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. Ani Wijayanti, M.Par., M.M., menyampaikan bahwa penyusunan draf visi keilmuan perlu melibatkan seluruh sivitas akademika dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menilai kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dunia industri, asosiasi profesi, dan pemerintah menjadi faktor penting untuk menghasilkan visi yang implementatif dan sesuai dengan kebutuhan masa depan industri pariwisata.
Setelah sesi pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan forum diskusi yang melibatkan dosen Universitas BSI dan tim penyusun Program Studi Pariwisata. Dalam forum tersebut, peserta memberikan berbagai masukan terkait arah pengembangan keilmuan, karakteristik lulusan, keunggulan kompetitif program studi, serta integrasi bidang pariwisata dan perhotelan dengan bisnis digital dan kewirausahaan.
Melalui rapat kerja ini, Universitas BSI menegaskan komitmennya untuk menyusun visi keilmuan yang adaptif, berorientasi masa depan, dan relevan dengan kebutuhan industri. Rumusan visi yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan dalam pengembangan Program Studi Pariwisata yang unggul, inovatif, serta mampu melahirkan lulusan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.