BSINews, Sukabumi — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreati melaksanakan asesmen reakreditasi Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (D3) sebagai bagian dari upaya penguatan mutu akademik. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 24–26 November 2025, di Kampus A UBSI kampus Sukabumi, Jalan Cemerlang.
Reakreditasi Prodi SIA D3 Jadi Langkah Penguatan Mutu UBSI Kampus Sukabumi
Asesmen menghadirkan dua asesor eksternal, yaitu Iwan Hartadi Tri Untoro dari Universitas Teknologi Yogyakarta dan Solikhun dari STIKOM Tunas Bangsa. Keduanya meninjau berbagai aspek, mulai dari tata kelola program studi, proses pembelajaran, hingga pengembangan mutu pendidikan.
Kegiatan ini turut dihadiri jajaran pimpinan UBSI sebagai bentuk komitmen institusi dalam menjalankan sistem penjaminan mutu secara berkelanjutan. Asesmen menjadi momentum evaluasi internal untuk memastikan kualitas pembelajaran tetap relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Dalam sambutannya, Ir. Mochamad Wahyudi Rektor UBSI menyampaikan bahwa proses reakreditasi tidak hanya menjadi penilaian administratif, tetapi juga sarana refleksi untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
“Melalui asesmen ini, kami terus berupaya menjaga dan meningkatkan mutu pembelajaran agar lulusan siap bersaing di dunia kerja,” ujarnya dalam keterangan rilis Jum’at (28/11).
Baca Juga :Persamaan Persepsi Mata Kuliah Prodi SIA Semester Genap 2025/2026 Berjalan Sukses
Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi D3, Rizal Amegia Saputra, memaparkan capaian dan strategi pengembangan prodi, termasuk penguatan kurikulum adaptif serta pembelajaran berbasis teknologi.
Selama asesmen berlangsung, para asesor melakukan telaah dokumen serta wawancara dengan pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan mitra industri. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyampaian masukan dan evaluasi sebagai bahan pengembangan program studi ke depan.
Melalui asesmen reakreditasi ini, UBSI kampus Sukabumi berharap Program Studi Sistem Informasi Akuntansi D3 semakin memperkuat posisinya sebagai program vokasi yang unggul dan relevan dengan kebutuhan industri. (Sfkrhm)