Review Kurikulum 2027 Prodi Sistem Informasi UBSI Siapkan Lulusan Kompeten Hadapi Transformasi Digital

0 15

BSINews, Jakarta- Review Kurikulum 2027 Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadi langkah strategis dalam menyiapkan lulusan yang kompeten menghadapi perubahan dunia kerja dan pesatnya perkembangan teknologi digital. Kegiatan yang diselenggarakan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UBSI ini berlangsung pada Rabu (28/10/2026) di Gedung Rektorat Kampus UBSI Kramat 98, Jakarta, secara hybrid dengan melibatkan Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Kampus Utama dan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU).

Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi sekaligus menyempurnakan rancangan kurikulum agar tetap relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan profesi di bidang teknologi informasi. Review kurikulum juga melibatkan pakar, pimpinan program studi, dosen, alumni, serta pemangku kepentingan sebagai bagian dari upaya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.

Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Teknik dan Informatika UBSI, Rachmat Adi Purnama, M.Kom. Ia menyampaikan apresiasi kepada narasumber Prof. Dr. Rer. Nat. Achmad Benny Mutiara, serta seluruh pimpinan program studi, dosen, dan tim pengembang kurikulum yang berpartisipasi secara langsung maupun daring.

Dalam sambutannya, Rachmat menekankan pentingnya penyelarasan kurikulum yang terstandar, relevan, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, keterlibatan pakar, alumni, serta mitra industri dan dunia kerja menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan profesional masa kini dan mendatang.

Pada sesi pemaparan materi, Prof. Benny mengangkat tema Trend Profesi Infokom 2027 & Implikasi Kurikulum INFOKOM (OBE). Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah kebutuhan profesi di bidang informatika dan sistem informasi. Beberapa bidang yang diproyeksikan semakin membutuhkan tenaga profesional dengan kompetensi khusus meliputi Artificial Intelligence (AI), Machine Learning, Big Data, Business Intelligence, Cybersecurity, dan Digital Transformation.

Ia juga menekankan pentingnya evaluasi kurikulum secara berkelanjutan melalui siklus Plan-Do-Check-Act (PDCA). Pendekatan ini diperlukan agar proses pendidikan dapat terus menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi dan kebutuhan kompetensi profesional di dunia industri.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rancangan Kurikulum 2027 Program Studi Sistem Informasi (S1) oleh Sriyadi, M.Kom., selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi Kampus Utama yang mewakili Ketua Program Studi PSDKU. Ia menjelaskan bahwa penyusunan rancangan kurikulum mengacu pada sejumlah referensi, di antaranya IS Job Index 2024, WEF Future of Jobs Report 2025, Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, serta Peta Okupasi Nasional TIK KOMDIGI Level 6.

Penyusunan kurikulum juga mempertimbangkan masukan dari 38 alumni yang mengidentifikasi enam fokus kompetensi penting bagi lulusan Sistem Informasi. Keenam kompetensi tersebut meliputi pemanfaatan AI dan teknologi baru, analisis data dan Business Intelligence, keamanan informasi dan audit TI, pemrograman dan pengembangan solusi digital, analisis sistem dan dokumentasi profesional, serta pengalaman praktik industri dan pengembangan portofolio.

“Penyusunan Kurikulum 2027 Program Studi Sistem Informasi ini kami arahkan agar kompetensi lulusan benar-benar selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi digital. Masukan dari alumni serta berbagai referensi industri menjadi pertimbangan penting dalam merancang profil lulusan yang memiliki kemampuan di bidang pengembangan produk digital, analisis data dan kecerdasan buatan, tata kelola teknologi informasi, serta inovasi digital,” jelas Sriyadi.

Berdasarkan pemetaan tersebut, rancangan Kurikulum 2027 mengarahkan pengembangan lulusan melalui empat profil utama, yaitu Digital Product Development, Data Science–Artificial Intelligence, IT Governance, dan Digital Innovation. Keempat profil ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis kebutuhan organisasi, mengembangkan solusi sistem informasi, mengolah data sebagai dasar pengambilan keputusan, serta memahami tata kelola dan inovasi digital.

Dari sisi akademik, rancangan kurikulum telah memuat 13 Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan 18 rumusan Bahan Kajian (BK) yang diselaraskan dengan referensi IS2020 dan SKKNI. Struktur pembelajaran dirancang dengan total beban studi 145 SKS yang didistribusikan selama delapan semester menggunakan pendekatan Outcome-Based Education (OBE). Pendekatan ini menitikberatkan pada pencapaian kompetensi dan hasil pembelajaran mahasiswa sesuai profil lulusan yang telah ditetapkan.

Dalam sesi evaluasi, Prof. Benny turut memberikan sejumlah rekomendasi untuk menyempurnakan rancangan kurikulum. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pentingnya mempertahankan kekhasan keilmuan Sistem Informasi, terutama pada aspek analisis sistem, analisis data, proses bisnis, tata kelola teknologi informasi, dan inovasi digital.

Selain itu, pemetaan kompetensi perlu diverifikasi kembali agar tidak terjadi tumpang tindih dengan bidang keilmuan Informatika maupun Ilmu Komputer. Dengan demikian, identitas keilmuan Sistem Informasi tetap terjaga sekaligus mampu menjawab kebutuhan organisasi dan industri yang terus berkembang.

Melalui kegiatan Review Kurikulum 2027 ini, Program Studi Sistem Informasi UBSI bersama Fakultas Teknik dan Informatika berkomitmen menghadirkan kurikulum yang adaptif, relevan, dan berorientasi pada kompetensi masa depan. Langkah ini sekaligus memperkuat peran UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi, berinovasi, dan berkontribusi di tengah transformasi digital.

Sriyadi berharap, pengembangan kurikulum tersebut dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu memahami kebutuhan organisasi dan menciptakan solusi digital yang inovatif.

“Kami ingin lulusan Sistem Informasi UBSI memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, serta siap mengambil peran dalam menciptakan inovasi dan solusi digital di masa depan,” tutupnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.