Seminar APTIKOM DKI Jakarta, Bahas Kebijakan dan Riset di Perguruan Tinggi

0 119

BSINews, Jakarta — Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Seminar Nasional sebagai bagian dari rangkaian Musyawarah APTIKOM DKI Jakarta 2025. Acara ini berlangsung di Aula Rektorat Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kramat 98, Jakarta Pusat, Jumat (14/2), dan dihadiri oleh akademisi serta praktisi pendidikan tinggi bidang informatika dan komputer se-DKI Jakarta.

Seminar ini menghadirkan dua narasumber utama. Prof. Dr.rer.nat. Achmad Benny Mutiara, S.Si., S.Kom., Ketua Umum APTIKOM, membawakan materi “Arah Pendidikan Tinggi di Indonesia.”

Ia menyoroti pentingnya kebijakan dan regulasi dalam menghadapi perkembangan kecerdasan buatan (AI) serta kebutuhan tenaga kerja digital di masa depan.

Seminar APTIKOM, Bahas Kebijakan dan Riset di Perguruan Tinggi

“Pendidikan tinggi harus siap menghadapi disrupsi teknologi, terutama dalam bidang AI. Kita perlu kebijakan yang jelas terkait etika dan pemanfaatan AI di lingkungan akademik agar teknologi ini benar-benar memberikan manfaat bagi mahasiswa dan dunia industri,” ujar Prof. Benny.

Narasumber kedua, Prof. Dr. Achmad Nizar Hidayanto, M.Kom., Wakil Dekan Universitas Indonesia, membahas “Strategi Mendesain Perkuliahan Berbasis Riset untuk Mendukung Akselerasi Jabatan Fungsional Dosen.” Ia menekankan bahwa riset harus menjadi bagian utama dalam proses pembelajaran, tidak hanya sebagai kewajiban akademik, tetapi juga sebagai cara untuk meningkatkan kualitas lulusan.

Baca juga : UBSI Jadi Tuan Rumah Musyawarah APTIKOM DKI Jakarta 2025

“Dosen harus mulai mengadopsi metode pembelajaran berbasis riset, seperti case method dan team-based project. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kualitas pembelajaran, tetapi juga membantu akselerasi jabatan fungsional dosen,” jelas Prof. Nizar.

Seminar ini diharapkan dapat membuka wawasan bagi akademisi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia, terutama dalam mendorong pembelajaran berbasis riset yang lebih inovatif dan relevan dengan kebutuhan industri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.