Sinematch 2026 HIMAKOM UBSI Jadi Ajang Eksplorasi Ide dan Emosi dalam Film Pendek Pelajar dan Mahasiswa Indonesia
BSINews, Jakarta-Sinematch 2026 HIMAKOM UBSI sukses menjadi wadah apresiasi dan pengembangan kreativitas bagi pelajar serta mahasiswa Indonesia melalui kompetisi film pendek bertema “mimpi”. Kegiatan screening yang digelar pada Minggu (17/5/2026) di NR Coffee Condet, Jakarta, menghadirkan puluhan karya film pendek dari berbagai sekolah dan perguruan tinggi yang menampilkan beragam perspektif tentang harapan, perjuangan, dan realitas generasi muda.
Baca juga: Rapat Koordinasi HIMAKOM UBSI 2025/2026 Perkuat Program Kerja dan Regenerasi Organisasi
Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (HIMAKOM) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini diawali dengan sambutan Ketua Pelaksana dan doa bersama sebelum memasuki sesi utama berupa penayangan karya peserta. Tidak hanya menjadi ajang kompetisi, Sinematch 2026 juga menghadirkan ruang pembelajaran melalui diskusi dan evaluasi langsung bersama tiga juri profesional di bidang perfilman, yakni Riri dari Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Uki selaku Produser Fimela.com Kapanlagi Youniverse, serta Bani yang dikenal sebagai sineas nasional dan pengusaha kreatif profesional.
Dalam sesi evaluasi, para juri memberikan berbagai masukan terkait storytelling, cinematography, sound design, hingga pengembangan emosi karakter yang menjadi elemen penting dalam sebuah film pendek. Para peserta mendapatkan wawasan mengenai bagaimana membangun pengalaman visual dan emosional yang mampu menyampaikan pesan secara efektif kepada penonton.
Uki menekankan bahwa kekuatan sebuah film tidak hanya terletak pada dialog yang disampaikan para tokohnya, tetapi juga pada kemampuan visual dalam membangun suasana dan emosi.
“Kekuatan emosi dalam film tidak hanya dibangun melalui dialog, tetapi juga lewat detail visual, framing, lighting, hingga permainan audio yang mendukung suasana cerita,” ungkap Uki saat sesi diskusi bersama peserta.
Sementara itu, Bani menyoroti pentingnya struktur cerita yang kuat, pengembangan konflik yang matang, serta pendalaman karakter agar pesan yang ingin disampaikan dapat diterima penonton dengan lebih emosional dan mudah dipahami.
Berbagai karya yang ditampilkan mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan generasi muda, mulai dari persoalan keluarga, perjuangan meraih mimpi, hingga berbagai keresahan sosial yang relevan dengan kondisi saat ini. Beberapa film berhasil mencuri perhatian dewan juri karena dinilai memiliki kualitas teknis dan emosional yang menonjol.
Film “One Last Try” dari SMK Yapera mendapat apresiasi karena mampu menghadirkan visual storytelling yang kuat dan menyentuh emosi penonton. Sementara itu, “Sound Man” dari SMA Khadijah mendapatkan pujian berkat kualitas sound design, riset cerita, dan atmosfer film yang dibangun secara konsisten. Adapun film “Pulled Away” dari UPH College dinilai paling berhasil memadukan unsur realita dan imajinasi sehingga mampu memperkuat tema mimpi yang menjadi fokus kompetisi tahun ini.
Selain memberikan apresiasi terhadap karya peserta, para juri juga memberikan sejumlah catatan perbaikan. Aspek audio menjadi salah satu perhatian utama, terutama terkait kualitas suara, pengurangan noise, serta pengolahan sound design yang lebih optimal. Beberapa karya juga dinilai masih terlalu cepat dalam membangun konflik sehingga perkembangan emosi karakter belum sepenuhnya terasa oleh penonton.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, serta keterampilan produksi konten yang relevan dengan kebutuhan industri kreatif saat ini. Melalui kegiatan seperti Sinematch, mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis di kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman nyata dalam mengelola event dan berkolaborasi dengan berbagai pihak di industri kreatif.
Puncak acara Sinematch 2026 ditandai dengan pelaksanaan awarding yang berlangsung pada Sabtu (23/5/2026) di BSI Kampus Bekasi. Berdasarkan hasil penilaian dewan juri, film “Pulled Away” dari UPH College berhasil meraih Juara 1 berkat kesesuaiannya dengan tema lomba serta kematangan dari sisi teknis dan storytelling. Posisi Juara 2 diraih oleh “Sound Man” dari SMA Khadijah, sedangkan Juara 3 ditempati oleh “One Last Try” dari SMK Yapera.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk kategori Sinematografi Terbaik, Penulis Naskah Terbaik, Editing Terbaik, dan Sutradara Terbaik sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas peserta di berbagai aspek produksi film.
Luqman selaku dosen Ilmu Komunikasi UBSI mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan kegiatan tersebut dan menilai Sinematch mampu menjadi ruang pembelajaran yang bermanfaat bagi generasi muda yang tertarik pada dunia perfilman.
Baca juga: Mahasiswa Ilmu Komunikasi UBSI Tanamkan Nilai Akhlak Generasi Z Lewat PKM di Rumah Yatim
“Melalui kegiatan ini, Sinematch tidak hanya menjadi kompetisi perfilman, tetapi juga wadah edukatif yang mendorong generasi muda untuk terus belajar, berani bereksperimen, dan berkembang dalam industri kreatif serta dunia perfilman Indonesia,” ujar Luqman.
Melalui Sinematch 2026, HIMAKOM UBSI berhasil menghadirkan sebuah platform yang tidak hanya mengapresiasi karya film pendek, tetapi juga mendorong lahirnya sineas muda yang kreatif, inovatif, dan siap berkontribusi dalam perkembangan industri perfilman Indonesia di masa depan.