Pencegahan Bullying Jadi Fokus Sosialisasi Mahasiswa UBSI Kampus Bogor di SMK Bina Informatika
BSINews, Bogor – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Akuntansi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Bogor menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi pencegahan bullying di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Informatika, Bogor, pada Selasa (12/5). Mengusung tema “Brotherhood yang Sejati: Berbagi Empati, Hapus Bully”, kegiatan ini diikuti sekitar 60 siswa kelas sepuluh.
Sosialisasi Bullying oleh Mahasiswa UBSI Kampus Bogor Tingkatkan Kesadaran Pelajar
Kegiatan tersebut merupakan implementasi proyek akademik Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam sekaligus bentuk kepedulian mahasiswa dalam menanamkan nilai empati, persaudaraan, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
Selama sosialisasi, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai bentuk perundungan, mulai dari bullying verbal, fisik, hingga cyberbullying. Mahasiswa juga menjelaskan dampak psikologis yang dapat dialami korban, seperti menurunnya rasa percaya diri, gangguan emosional, hingga terganggunya proses belajar.
Selain itu, siswa dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pencegahan bullying, cara menyikapi tindakan perundungan, serta pentingnya membangun budaya saling menghormati dan menghargai perbedaan di lingkungan sekolah.
Agar materi lebih mudah dipahami, kegiatan dikemas secara interaktif melalui ice breaking, diskusi kelompok, dan sesi tanya jawab. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan mengenai cara membangun hubungan pertemanan yang sehat dan menciptakan lingkungan belajar yang aman serta nyaman.
Salah satu pemateri, Denis Chandra Ardiansah, mengatakan bahwa masih banyak perilaku bullying yang dianggap sebagai candaan sehingga diperlukan edukasi sejak dini.
“Rendahnya kesadaran akan dampak psikologis korban sering kali membuat perilaku bullying dianggap sebagai candaan biasa. Melalui sosialisasi ini, kami ingin menekankan bahwa persaudaraan yang sejati mengedepankan nilai empati dan solidaritas, bukan intimidasi. Berbagi empati adalah kunci utama untuk menghapus bully,” ujarnya kepada di media di Bogor, pada Rabu (13/5).
Kepala Kampus UBSI kampus Bogor, Sugiono, mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam mengangkat isu yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan.
“Kami sangat mendukung kegiatan edukatif seperti ini karena isu bullying masih menjadi tantangan di dunia pendidikan. Melalui sosialisasi yang dilakukan mahasiswa, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun lingkungan sekolah yang aman serta nyaman bagi semua,” ungkapnya.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi akademik, tetapi juga berkontribusi melalui kegiatan PKM yang memberikan manfaat nyata bagi lingkungan.
Melalui kegiatan PKM ini, mahasiswa UBSI kampus Bogor berharap nilai-nilai empati, toleransi, dan persaudaraan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang harmonis, aman, nyaman, dan bebas dari bullying. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen seluruh peserta dalam mendukung budaya sekolah yang positif.(Dina Olivia)