UBSI Gelar Pelatihan Berbicara Bahasa Inggris dengan Metode Storytelling untuk Remaja
BSINews, Jakarta – Kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting bagi generasi muda untuk menghadapi era global. Menyadari hal tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan berbicara Bahasa Inggris dengan metode storytelling dan media gambar untuk remaja. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu (13/9) di RPTRA Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.
Pelatihan Berbicara Bahasa Inggris dengan Metode Storytelling
Kegiatan dihadiri sekitar 20 peserta remaja dan jajaran pengurus RPTRA. Metode yang digunakan menggabungkan storytelling dan media gambar agar proses belajar lebih interaktif, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Ketua RPTRA Duri Kosambi, Dewi, mengungkapkan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pelatihan ini memberi manfaat nyata bagi para remaja di lingkungan sekitar.
“Kami menyambut baik kegiatan yang digagas UBSI dan berharap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap semester,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (17/9).
Sementara itu, tim tutor dari Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI yang terdiri dari empat dosen, yakni Nurhayati, Fiza Asri Fauziah Habibah, Leny Hikmah Rentiana, dan Paramita Kusumawardhani, bersama dua mahasiswa, Febidian Nita dan Naysilla Kharisma Alya, turut mendampingi peserta selama sesi pelatihan.
Baca juga: UBSI Gelar Pelatihan Menulis Email Menggunakan Bahasa Inggris di RPTRA Duri Kosambi
Leny Hikmah Rentiana, salah satu dosen UBSI sekaligus pemateri utama, menjelaskan tujuan dari pelatihan ini.
“Kami ingin para remaja tidak hanya memahami Bahasa Inggris secara teori, tetapi juga berani mempraktikkannya dalam percakapan sehari-hari,” kata Leny.
Pelatihan mendapat respons positif dari peserta yang terlihat antusias dan aktif berpartisipasi hingga akhir sesi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen UBSI dalam memberdayakan remaja melalui pendidikan bahasa Inggris, sekaligus mendorong pengembangan keterampilan komunikasi yang bermanfaat untuk masa depan mereka.(Tiara Sari)