UBSI Gelar Workshop PIKOBE Untuk Ukur Kematangan Implementasi OBE
BSINews, Solo – Dalam upaya memastikan mutu pendidikan yang semakin relevan dengan tuntutan industri, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Workshop PIKOBE (Pengukuran Indeks Kematangan OBE) pada Rabu–Kamis, (5–6/11). Kegiatan ini menjadi langkah strategis UBSI untuk memperkuat implementasi Outcome-Based Education (OBE) secara menyeluruh di seluruh program studi.
Penguatan Mutu melalui Pengukuran Kematangan OBE
Workshop yang dilaksanakan secara luring di Aula Lantai 9 Gedung Rektorat UBSI Jakarta serta daring melalui Zoom Meeting ini diikuti puluhan dosen dari berbagai program studi. Melalui format hybrid, kegiatan dapat menjangkau peserta dari banyak wilayah dan mendorong pemerataan pemahaman terkait OBE.
Dalam arahannya, Rektor UBSI, Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi, M.Kom, MM, M.Pd, IPU, ASEAN Eng., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari pembangunan budaya mutu berkelanjutan di lingkungan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif. Ia menekankan bahwa pengukuran melalui PIKOBE menjadi fondasi untuk mempersiapkan langkah peningkatan akreditasi, baik nasional maupun internasional.
“Melalui PIKOBE, kita dapat memetakan sejauh mana kematangan implementasi OBE di lingkungan UBSI. Hasilnya akan menjadi dasar pengembangan kurikulum dan sistem pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Prof. Wahyudi.
Sementara itu, Prof. Prihandoko, selaku Ketua PIKOBE, menjelaskan bahwa penerapan OBE bukan sekadar kewajiban akreditasi, tetapi paradigma pendidikan yang menempatkan mahasiswa sebagai pusat proses belajar. Ia menegaskan pentingnya memahami posisi program studi dalam implementasi OBE sebelum meningkatkan kualitas sistem pembelajaran.
“PIKOBE hadir untuk membantu perguruan tinggi memahami posisi mereka dalam implementasi OBE. Melalui pengukuran ini, setiap program studi dapat mengetahui aspek mana yang sudah kuat dan mana yang masih perlu diperbaiki. Tujuannya bukan hanya memenuhi standar, tetapi membangun sistem pembelajaran yang benar-benar menghasilkan lulusan kompeten dan adaptif terhadap perubahan zaman,” tutur Prof. Prihandoko dalam rilis yang diterima, Rabu (12/11).
Melalui workshop ini, para dosen juga mendapatkan ruang untuk berbagi praktik baik (best practices) dalam menerapkan pembelajaran berbasis capaian. Para peserta, baik yang hadir secara langsung maupun daring, diharapkan mampu membawa hasil pembelajaran tersebut kembali ke program studi masing-masing untuk mendorong peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, UBSI menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem pendidikan berbasis hasil belajar. PIKOBE tidak hanya menjadi alat ukur, tetapi juga kompas yang mengarahkan UBSI menuju pendidikan tinggi yang lebih adaptif, bermutu, dan berorientasi pada capaian mahasiswa.(Siti Hafizah)