UBSI Kampus Fatmawati Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa, Perkuat Kepedulian Sosial di Bulan Ramadan
BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Fatmawati sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan santunan bertema “Menebar Kepedulian, Menguatkan Kebersamaan Bersama Anak Yatim dan Dhuafa” pada Jumat (13/3) di Aula UBSI kampus Fatmawati. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Berbagi Sesama Insan yang bertujuan menumbuhkan nilai empati serta mempererat hubungan antara civitas akademika dan masyarakat di bulan suci Ramadan.
UBSI Kampus Fatmawati Gelar Santunan Anak Yatim dan Dhuafa
Acara tersebut dihadiri puluhan anak yatim dan dhuafa dari Panti Yatim Indonesia Unit Cinere serta Yayasan Sayap Ibu Unit Cirendeu. Para peserta disambut hangat oleh dosen, staf, dan karyawan kampus yang turut berpartisipasi dalam kegiatan sosial tersebut.
Sejak awal kegiatan, suasana kekeluargaan terlihat ketika para peserta saling berinteraksi, berbagi cerita, serta mengikuti rangkaian acara yang telah disiapkan oleh panitia. Momentum ini menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan civitas akademika dengan masyarakat dalam semangat kepedulian dan solidaritas sosial.
Kepala Kampus UBSI kampus Fatmawati, Ishak Kholil, menyampaikan bahwa kegiatan santunan ini merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menanamkan nilai kemanusiaan di lingkungan pendidikan.
“Kampus tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menanamkan nilai empati, kepedulian sosial, dan semangat berbagi kepada sesama,” ujar Ishak dalam keterangan rilis di Jakarta, Sabtu (14/3).
Ia menambahkan bahwa kehadiran anak-anak yatim dalam kegiatan tersebut memberikan pelajaran berharga bagi civitas akademika mengenai pentingnya rasa syukur serta kepedulian terhadap sesama.
Baca juga : Wujud Kepedulian Sosial, UBSI Kampus Jatiwaringin Gelar Aksi “Berbagi Sesama Insan” Bersama Rumah Asuh Yatim
Melalui kegiatan santunan ini, Ishak berharap semangat berbagi dapat terus tumbuh dan menjadi budaya positif di lingkungan kampus. Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai momentum meningkatkan ibadah secara personal, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Dengan menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk terus menebarkan kebaikan, memperkuat kebersamaan, serta menghadirkan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya. (Alisa)