BSINews, Jakarta — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Fatmawati sebagai Kampus Digital Kreatif menyelenggarakan kegiatan berbagi ilmu bertema “Upgrade Skill Penggunaan Media Sosial: Membangun Kreativitas dan Literasi Digital bagi Anak-Anak Panti Asuhan” pada Jumat (13/3) di Aula UBSI kampus Fatmawati. Kegiatan ini merupakan bagian dari program sosial Berbagi Sesama Insan yang digelar dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan.
UBSI Kampus Fatmawati Tingkatkan Literasi Digital Anak Panti Asuhan
Program tersebut bertujuan memberikan wawasan kepada anak-anak panti asuhan mengenai pemanfaatan media sosial secara cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menghasilkan konten yang bermanfaat dan inspiratif.
Kegiatan ini diikuti puluhan anak dari Panti Yatim Indonesia Unit Cinere dan Yayasan Sayap Ibu Unit Cirendeu. Para peserta mengikuti sesi pelatihan dengan antusias dan terlibat aktif dalam berbagai diskusi serta praktik yang disampaikan oleh narasumber.
Narasumber kegiatan, Sandra Jamu, memberikan berbagai contoh praktis mengenai cara membuat konten yang menarik dan positif di media sosial. Peserta diajak memahami bagaimana menyusun pesan yang baik, membuat cerita sederhana melalui foto atau video, serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai kebaikan.
“Media sosial bisa menjadi ruang untuk berkarya dan berbagi inspirasi jika digunakan dengan bijak. Anak-anak muda perlu memahami bahwa setiap konten yang mereka buat dapat memberikan pengaruh bagi orang lain,” ujar Sandra dalam keterangan rilis di Jakarta, Sabtu (14/3).
Selain itu, Sandra juga menjelaskan berbagai risiko penggunaan media sosial yang tidak bijak, seperti penyebaran informasi yang tidak benar serta penggunaan bahasa yang tidak etis di ruang digital. Melalui pemahaman tersebut, peserta diharapkan mampu menggunakan media sosial secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
“Kegiatan berbagi ilmu ini menjadi salah satu bentuk kepedulian UBSI dalam mendukung peningkatan literasi digital di kalangan generasi muda. Program ini juga menunjukkan bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas formal, tetapi dapat hadir melalui kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Dalam sesi pelatihan, peserta diperkenalkan pada berbagai konsep dasar literasi digital, mulai dari etika bermedia sosial, pentingnya menjaga jejak digital, hingga cara memanfaatkan media sosial sebagai sarana belajar dan berbagi inspirasi. Pendekatan yang interaktif membuat peserta lebih mudah memahami bahwa media sosial tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan kreativitas dan potensi diri.
Melalui kegiatan ini, Sandra berharap anak-anak panti asuhan dapat memperoleh motivasi untuk terus belajar, berani berkarya, serta memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana mengembangkan potensi diri.
“Dengan bekal literasi digital yang baik, generasi muda diharapkan mampu tumbuh menjadi pribadi yang kreatif, cerdas, serta memiliki karakter positif dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital,” tutupnya. (Alisa)