UBSI Kampus Jatiwaringin Bangun Kesadaran Digital Siswa Lewat Edukasi Judi Online

0 26

BSINews, Jakarta-Menyikapi semakin meluasnya ancaman konten negatif di dunia maya, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Jatiwaringin tampil di garda depan dengan menggelar workshop literasi digital bertajuk “Bahaya Judi Online” pada Selasa, (15/07). Bertempat di aula SMAN 62 Jakarta, kegiatan ini dihadiri ratusan siswa kelas 11 dan 12 yang mengikuti sesi edukasi dengan antusias dan penuh perhatian.

Baca Juga: UBSI Kampus Jatiwaringin Hadirkan Literasi Digital: Tangkal Bahaya Judi Online di Kalangan Pelajar

Sebagai kampus digital kreatif, UBSI terus memperkuat perannya dalam menciptakan generasi muda yang cakap teknologi sekaligus memiliki kesadaran etika digital yang kuat. Melalui program “UBSI for School”, UBSI menjalankan misi pengabdian masyarakat dengan memberikan pemahaman mendalam mengenai risiko dunia maya yang sering luput dari pantauan, seperti praktik judi online.

Kepala SMAN 62 Jakarta, Luhur, menyampaikan apresiasinya atas sinergi ini. Pihak sekolah pun menyambut baik kehadiran UBSI dengan tangan terbuka. Kolaborasi ini dinilai sebagai langkah strategis yang sangat dibutuhkan dalam menjaga kesehatan mental dan digital peserta didik di era serba daring. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala SMAN 62 Jakarta, Luhur, yang memberikan apresiasi mendalam.

“Kami sangat berterima kasih kepada UBSI. Di era digital seperti sekarang, ancaman seperti judi online tidak bisa dianggap sepele. Sesi seperti ini menjadi pagar ilmu yang kami butuhkan untuk menjaga siswa dari jebakan dunia maya,” ujarnya penuh haru.

Dalam workshop ini, UBSI menghadirkan Rian Septian Anwar, dosen sekaligus pakar literasi digital UBSI, yang secara lugas membedah fenomena judi online di kalangan remaja. Ia tidak hanya menyajikan data dan fakta, tetapi juga menggambarkan sisi psikologis dan sosial dari praktik tersebut.

“Judi online adalah perangkap psikologis yang menyamar sebagai hiburan. Kalian mungkin merasa menang, tapi sejatinya sedang terseret perlahan menuju kerugian mental, finansial, dan akademik,” tegas Rian di hadapan para siswa.

Tak kalah menarik, sesi ini dipandu oleh Sindi Setiawan dari UBSI yang menciptakan suasana interaktif dan inklusif. Diskusi berlangsung aktif, terutama saat siswa mulai membuka diri untuk bertanya tentang cara menghadapi ajakan teman, dampak algoritma yang membuat ketagihan, hingga bagaimana membangun ketahanan diri di tengah gempuran digital.

Baca Juga: Bukan Sekadar Game: Siswa SMAN 62 Jakarta Melek Risiko Judi Online Berkat Workshop UBSI

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang edukatif, tetapi juga menegaskan bahwa UBSI Kampus Jatiwaringin berkomitmen sebagai kampus digital kreatif yang tidak hanya mencetak lulusan siap kerja, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk membentuk ekosistem digital yang sehat. Acara ditutup dengan komitmen bersama antara pihak UBSI, guru, dan siswa untuk melindungi lingkungan sekolah dari bahaya judi online, serta menjadi duta literasi digital bagi sesama.

Leave A Reply

Your email address will not be published.