UBSI Kampus Margonda Bahas AI dan Kesehatan Mental Bersama Guru BK

0 8

BSINews, Depok — Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif menggelar Seminar BSI Digination #MenangSebelumLulus bertema “AI and Mental Health: When Technology Meets Human Care” di Hotel Santika Depok pada Selasa (26/5). Kegiatan ini diikuti ratusan guru Bimbingan Konseling (BK) SMA/SMK sederajat yang tergabung dalam MGBK Depok, Bogor, dan Jakarta Selatan.

UBSI Kampus Margonda Bahas AI dan Kesehatan Mental Bersama Guru BK

Seminar tersebut bertujuan memberikan wawasan mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) serta pentingnya menjaga kesehatan mental di tengah pesatnya transformasi digital. Kegiatan menghadirkan narasumber Rian Septian Anwar, Salma Ghina Sakinah Safari, dan motivator nasional Maureen Pomsar Lumban Toruan.

Kepala kampus UBSI kampus Margonda, Taat Kuspriyono, dalam sambutannya turut memperkenalkan program Beasiswa Indonesia Cerdas sebagai salah satu bentuk dukungan UBSI dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda.

Sementara itu, Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa UBSI, Anisti, menekankan bahwa perkembangan AI membawa berbagai peluang sekaligus tantangan bagi pelajar. Menurutnya, peran guru BK tetap dibutuhkan untuk membantu siswa memahami penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.

“Pelajar perlu dibekali literasi digital dan literasi AI agar mampu memahami cara kerja teknologi, batasannya, serta penggunaannya secara tepat sehingga dapat meminimalkan risiko penyalahgunaan,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Depok Selasa (26/5).

Baca Juga : Hangout Campus Online UBSI Kampus Tasikmalaya Ajak Mahasiswa Jaga Kesehatan Mental di Tengah Sibuknya Kuliah

Dalam sesi materi, Rian Septian Anwar menjelaskan bahwa AI bukan lagi teknologi masa depan, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Karena itu, generasi muda perlu memahami dan menguasai teknologi tersebut agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang semakin digital.

Sementara itu, Maureen Pomsar Lumban Toruan mengajak peserta untuk terus mengembangkan potensi diri serta menjaga keseimbangan antara kecerdasan teknologi dan kecerdasan emosional. Ia menegaskan bahwa kemampuan beradaptasi menjadi salah satu kunci menghadapi perubahan di era digital.

Antusiasme peserta terlihat selama sesi diskusi dan tanya jawab berlangsung. Melalui seminar ini, UBSI kampus Margonda berharap para guru BK dapat menjadi agen literasi digital dan kesehatan mental yang mampu mendampingi siswa menghadapi tantangan perkembangan teknologi secara lebih bijak dan produktif. (Sfkrhm)

Leave A Reply

Your email address will not be published.