Air Mata Perjuangan Menjadi Air Mata Kemenangan, Riana Persembahkan Gelarnya untuk Orang Tua dari Papua

0 38

BSINews, Bekasi-Prosesi Wisuda ke-62 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menjadi panggung penuh haru, kebanggaan, dan selebrasi prestasi bagi ribuan lulusan yang menuntaskan perjalanan akademik mereka. Selama enam hari pelaksanaan, mulai 30 November hingga 5 Desember 2025, BSI Convention Center, Kaliabang, Bekasi, tampil megah dengan tata panggung modern, produksi multimedia berkelas, serta sistem digital canggih yang semakin memperkuat posisi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif.

Baca juga: Rektor UBSI Ajak Ribuan Wisudawan Mendoakan Korban Bencana Sumatera dalam Wisuda ke 62

Di antara ribuan wisudawan, hadir satu kisah yang mencuri perhatian perjalanan inspiratif Riana Bagubau, wisudawati Program Studi Manajemen UBSI Kampus Pemuda Rawamangun yang berasal dari Papua. Merantau sejak kecil dan menetap di Jakarta melalui Yayasan, Riana tumbuh dan belajar jauh dari keluarga. Momen wisuda menjadi puncak haru tersendiri baginya, terlebih karena kedua orang tuanya datang langsung dari Papua untuk menyaksikan pencapaiannya.

“Saya sangat excited, ini momen yang sudah saya tunggu selama empat tahun. Lebih bahagia lagi karena orang tua bisa hadir jauh-jauh dari Papua,” ungkap Riana dengan mata berbinar dalam wawancara secara langsung pada Kamis, (04/12).

Perjalanan akademiknya tidak selalu mudah. Hidup di asrama, beradaptasi dengan lingkungan baru, serta menghadapi perbedaan budaya maupun diskriminasi karena warna kulit pernah ia lalui. Namun, dukungan teman-teman, lingkungan kampus yang ramah, serta dosen-dosen yang aktif mengajar membuatnya mampu bertahan dan terus maju. Riana bahkan mengakui bahwa persepsi orang terhadap UBSI berubah setelah ia alami sendiri kualitas pembelajarannya.

“Dulu banyak yang meragukan pilihan saya kuliah di UBSI. Tapi saat saya jalani, justru saya melihat dosennya disiplin, fasilitasnya bagus, pembelajarannya tertata. Ternyata UBSI sangat baik dan layak diperhitungkan,” ujarnya.

Setelah resmi menjadi sarjana manajemen, Riana memiliki komitmen untuk kembali mengabdi melalui yayasan yang membesarkannya. Ia berencana terjun menjadi guru atau tenaga pendidik di daerah yang membutuhkan, termasuk kemungkinan kembali ke Papua untuk mengajar. Baginya, pendidikan adalah jalan pulang untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Baca juga: Suasana Wisuda UBSI Semakin Berkesan, Aksi DISCO’NAN Beri Warna Baru dalam Prosesi Formal

Kisah Riana menjadi cerminan bahwa UBSI tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk karakter kuat dan keberanian mahasiswa dari berbagai daerah Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik. Wisuda ini bukan sekadar akhir perjalanan, melainkan awal kontribusi bagi masyarakat, sesuai dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang menghadirkan pendidikan progresif bagi seluruh anak bangsa.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.