Bukan Sekadar Ijazah, Mahasiswa Teknologi Informasi UBSI Dipersiapkan Raih Sertifikasi Kompetensi Industri
BSINews, Jakarta – Di tengah persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif, gelar akademik bukan lagi satu-satunya bekal untuk memasuki industri. Perusahaan kini membutuhkan lulusan yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis yang dibuktikan melalui sertifikasi kompetensi.
Melihat kebutuhan tersebut, Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyelenggarakan kegiatan Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Skema Network Administrator Madya bagi mahasiswa pada Rabu (1/7) melalui Zoom Meeting.
Baca juga: 5 Deretan Kampus dengan Jurusan Teknologi Informasi Terbaik di Jakarta
Kegiatan ini menjadi langkah persiapan bagi mahasiswa Teknologi Informasi UBSI agar lebih siap menghadapi proses sertifikasi profesional yang diselenggarakan melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) UBSI.
Acara diawali dengan sambutan dari Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknologi Informasi UBSI, Hendra Supendar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dalam perjalanan mahasiswa karena memberikan pengakuan terhadap kemampuan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan.
Menurut Hendra, mahasiswa perlu memiliki bukti kompetensi yang sesuai dengan standar industri agar memiliki nilai tambah ketika memasuki dunia profesional.
“Selain ijazah, mahasiswa perlu memiliki sertifikat kompetensi sebagai bukti penguasaan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses sertifikasi ini dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri sebaik mungkin,” ungkap Hendra dalam keterangan rilis yang diterima pada Rabu (1/7).
Sesi pembekalan dilanjutkan oleh Tommi Alfian Armawan Sandi selaku narasumber. Ia menjelaskan secara detail mengenai mekanisme sertifikasi Network Administrator Madya, mulai dari tahapan pra-asesmen hingga pelaksanaan uji kompetensi.
Peserta mendapatkan pemahaman mengenai proses verifikasi dokumen, pengisian formulir sertifikasi, asesmen mandiri, penyelesaian tugas asesmen, hingga penggunaan Sistem Informasi LSP UBSI untuk pengunggahan dokumen persyaratan.
Selain memahami alur sertifikasi, mahasiswa juga diberikan arahan mengenai pentingnya ketelitian dalam menyiapkan dokumen dan mengikuti setiap prosedur yang telah ditentukan. Hal tersebut menjadi bagian penting agar proses asesmen dapat berjalan lebih efektif dan lancar.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali informasi lebih dalam mengenai persiapan teknis, strategi menghadapi asesmen, hingga standar kemampuan yang perlu dikuasai seorang Network Administrator Madya.
Baca juga: Prodi Teknologi Informasi UBSI Bekali Mahasiswa Hadapi Sertifikasi Program Analyst
Melalui kegiatan ini, Prodi Teknologi Informasi UBSI menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi informasi. Sebab di era digital saat ini, kemampuan bukan hanya perlu dipelajari, tetapi juga perlu dibuktikan.
Bagi Kamu yang ingin mengembangkan kemampuan teknologi informasi dan mempersiapkan karier di industri digital bersama kampus yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja, informasi pendaftaran mahasiswa baru UBSI dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.