Investasi Kecil, Return Besar: UBSI Dorong Mahasiswa Teknik Industri Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP

0 20

BSINews, Jakarta Program Studi Teknik Industri Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sukses menyelenggarakan Workshop Sertifikasi Profesional bagi mahasiswa Tahun Ajaran Ganjil 2024/2025 pada Rabu (15/10). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom Meeting ini diikuti oleh 40 peserta dan menghadirkan Sigit Adi Pratama sebagai pembicara utama.

UBSI Dorong Mahasiswa Teknik Industri Raih Sertifikasi Kompetensi BNSP

Ketua Program Studi Teknik Industri, Miwan Kurniawan Hidayat, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya sertifikasi profesional sebagai bukti kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja. Menurutnya, sertifikasi berfungsi layaknya Surat Izin Mengemudi (SIM), yakni sebagai pengakuan resmi atas kompetensi yang dimiliki seseorang.

Kepemilikan sertifikasi akan meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa serta memberikan nilai tambah yang dapat menarik perhatian perekrut,” ujarnya, dari keterangan rilis yang diterima pada Kamis (16/10).

Sebagai bagian dari kebijakan akademik UBSI, seluruh mahasiswa Teknik Industri diwajibkan memiliki minimal dua sertifikat Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan satu sertifikat TOEFL Practice Test sebagai syarat pengambilan ijazah dan transkrip nilai.

Dalam sesi pemaparannya, Sigit Adi Pratama menjelaskan tiga skema utama yang diujikan dalam sertifikasi profesional, yakni Perencanaan dan Pengendalian Produksi (PPIC), Pengendalian Kualitas Sistem Manufaktur (PKSM/QC), dan Pengelolaan Riset Pasar. Ketiga skema ini dirancang untuk menguji kompetensi attitude, skills, dan knowledge sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Skema PPIC menitikberatkan pada efisiensi proses produksi dengan mengoptimalkan biaya dan aliran kas jangka panjang. Peserta diuji dalam kemampuan menganalisis kapasitas produksi, menyusun jadwal kerja, serta mengelola persediaan dengan pendekatan seperti MRP, JIT, dan EOQ.

Pendaftaran sertifikasi dibuka pada 9–20 Oktober 2025 melalui aplikasi EKTM UBSI. Pelaksanaan workshop dan asesmen sertifikasi (LSSP) dijadwalkan berlangsung pada Desember hingga Januari, setelah Ujian Akhir Semester (UAS). Proses asesmen akan dilakukan dalam satu hari di lokasi ujian seperti UBSI kampus Kramat dan UBSI kampus Slipi.

Baca juga : LSP UBSI Gelar Rapat Pengembangan Skema Sertifikasi Kompetensi

UBSI menekankan pentingnya persiapan matang bagi mahasiswa, mulai dari penyusunan portofolio, pembuatan video praktik, hingga mengikuti pelatihan intensif. Kampus juga mengingatkan mahasiswa agar menghindari sertifikasi instan tanpa proses asesmen yang sah secara industri.

Melalui kegiatan ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya fokus pada teori akademik, tetapi juga pengembangan kompetensi profesional mahasiswa. Sertifikasi menjadi bentuk investasi kecil dengan return besar, membuka peluang promosi jabatan, mobilitas karier global, serta meningkatkan daya saing lulusan di dunia industri 5.0. (Alisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.