Mahasiswa Informatika UBSI Raih Juara IT Bootcamp 2025 Lewat Inovasi Otomasi Hidroponik Berbasis IoT
BSINews, Jakarta – Semangat inovasi mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali mencuri perhatian dalam ajang IT Bootcamp 2025 yang digelar di Hotel Asyana Sentul pada 16–17 Juli 2025. Kegiatan ini membuktikan bahwa generasi muda siap tampil sebagai pencipta solusi masa depan dengan memanfaatkan teknologi terkini.
Selama dua hari, peserta menampilkan berbagai karya berbasis Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI) yang menjawab tantangan nyata di berbagai sektor, mulai dari pertanian hingga kebencanaan.
Mahasiswa Informatika UBSI Raih Juara IT Bootcamp 2025
Salah satu karya yang paling menarik perhatian adalah sistem otomasi cerdas berbasis IoT untuk mengoptimalkan pencahayaan dan atap tanaman hidroponik. Inovasi ini berhasil meraih juara pertama, karena dinilai mampu mendukung pertanian modern melalui pengaturan cahaya dan pelindung tanaman secara otomatis sesuai kondisi lingkungan, sehingga menghasilkan panen yang lebih optimal.
Baca Juga :SmartLight Karya Mahasiswa Prodi Informatika UBSI Raih Juara Pertama di IT Bootcamp
Juara kedua diraih oleh sistem tempat sampah pintar berbasis IoT yang mampu mendeteksi jenis sampah organik dan non-organik secara otomatis. Sementara juara ketiga jatuh pada kendaraan pemadam kebakaran otonom dengan teknologi deteksi dini berbasis IoT, yang dirancang untuk menjangkau area rawan kebakaran yang sulit diakses.
Juri utama, Rian Septian Anwar, mengapresiasi kreativitas para peserta.
“Mahasiswa Informatika tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu penting seperti ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan. Inovasi seperti otomasi hidroponik ini membuktikan bahwa mahasiswa mampu menghadirkan solusi yang relevan dan siap dikembangkan secara nyata,” ujarnya.
Baca Juga : Ciptakan Sistem SEKAT, Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Tampilkan Inovasi Deteksi Banjir Berbasis IoT
Melalui ajang IT Bootcamp ini, semangat mahasiswa untuk menciptakan teknologi yang bermanfaat semakin terlihat jelas. Selain menjadi kompetisi, kegiatan ini juga menjadi wadah lahirnya gagasan solutif yang berpotensi memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (Safika Rahman)