Workshop LaTeX UBSI: Dorong Peneliti Lebih Produktif, Siap Sambut Publikasi Internasional ICAISD 2025
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali menghadirkan inovasi melalui penyelenggaraan Workshop LaTeX Inovatif Tingkatkan Produktivitas Penelitian pada Selasa (30/9). Kegiatan ini diikuti dosen, peneliti, serta mahasiswa yang ingin meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah secara profesional sesuai standar internasional.
Dekan Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) UBSI, Rachmat Adi Purnama, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan LaTeX bagi peningkatan kualitas penelitian. Ia menilai bahwa LaTeX bukan sekadar aplikasi mengetik, melainkan solusi inovatif yang mampu mempercepat sekaligus merapikan penulisan karya ilmiah. “Dengan penguasaan LaTeX, para peneliti dapat lebih fokus pada substansi penelitian dan meningkatkan peluang publikasi di jurnal maupun prosiding internasional,” ujarnya.
Workshop LaTeX UBSI: Dorong Peneliti Lebih Produktif, Siap Sambut Publikasi Internasional ICAISD 2025
Narasumber workshop, Agus Junaidi selaku Ketua LPPM UBSI, menjelaskan berbagai keunggulan LaTeX yang sudah menjadi standar di publisher global. Ia menegaskan bahwa LaTeX memungkinkan peneliti menyesuaikan format artikel dengan pedoman publisher, mulai dari IEEE hingga Elsevier. “Peneliti juga bisa mengelola referensi dengan BibTeX, menulis rumus kompleks, hingga menyusun tabel dan gambar secara otomatis. Semua itu sangat menghemat waktu, sehingga produktivitas penelitian bisa meningkat signifikan,” jelas Agus.
Agus juga menambahkan bahwa penggunaan platform Overleaf kini semakin mempermudah kolaborasi penulisan. Ia menekankan pentingnya integrasi teknologi ini untuk meningkatkan efisiensi kerja tim. “Overleaf terintegrasi dengan Git, sehingga sangat mendukung penulisan tim. Bahkan tersedia fitur berbasis AI yang membantu membuat tabel, persamaan, maupun visualisasi data, yang tentunya semakin memudahkan peneliti,” tambahnya.
Lebih lanjut, Agus mengingatkan bahwa terbiasanya peneliti menggunakan LaTeX akan menjadi modal penting dalam publikasi ilmiah berskala internasional. “Publisher besar seperti IEEE, IOP, atau Elsevier menyiapkan template LaTeX resmi. Jika kita sudah terbiasa, proses submit ke prosiding atau jurnal akan jauh lebih cepat dan minim revisi format,” ungkapnya.
Melalui workshop ini, peserta memperoleh keterampilan praktis menyusun karya ilmiah dengan LaTeX mulai dari dasar hingga pengelolaan referensi sesuai gaya sitasi internasional. Hal ini sejalan dengan visi FTI UBSI sebagai bagian dari Kampus Digital Kreatif yang konsisten mendorong inovasi dan peningkatan kualitas penelitian.
Tidak hanya itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju International Conference on Advance Information Scientific Development (ICAISD) 2025 yang digelar UBSI sebagai wadah publikasi ilmiah bereputasi internasional.(Niken)