Bekal Kompetensi untuk Dunia Kerja, Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Siapkan Diri Lewat Sertifikasi Mikrotik
BSINews, Purwokerto — Program Studi Teknologi Komputer Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Purwokerto terus berupaya meningkatkan kompetensi mahasiswa melalui kegiatan Sosialisasi Pembekalan Sertifikasi Kompetensi Mikrotik MTCNA (MikroTik Certified Network Associate) yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (31/7). Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa semester 4 sebagai persiapan menghadapi sertifikasi internasional di bidang administrasi jaringan komputer.
Sebelum memasuki sesi materi, Kaprodi Teknologi Komputer UBSI Kampus Purwokerto, Nuzul Imam Fadlilah, memberikan arahan sekaligus motivasi kepada mahasiswa peserta kegiatan. Ia menyampaikan bahwa sertifikasi profesional menjadi salah satu nilai tambah yang penting dalam menghadapi persaingan dunia kerja.
Kompetensi Jaringan Jadi Modal Karier, Mahasiswa Mulai Langkah Menuju Sertifikasi MTCNA
“Kemampuan teknis saja belum cukup. Sertifikasi kompetensi menjadi bukti bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang telah diakui sesuai standar industri. Karena itu, manfaatkan pembekalan ini dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif,” ujarnya dalam rilis yang diterima, Selasa (4/8).
Kegiatan tersebut menghadirkan Vadlya Ma’arif sebagai trainer sekaligus instruktur Mikrotik. Dalam pemaparannya, mahasiswa mendapatkan pembekalan mengenai konsep dasar sertifikasi MikroTik Certified Network Associate (MTCNA), cakupan materi ujian, serta strategi persiapan untuk menghadapi sertifikasi.
Vadlya menjelaskan bahwa sertifikasi MTCNA tidak hanya mengukur pemahaman teori jaringan, tetapi juga kemampuan praktik dalam melakukan konfigurasi perangkat MikroTik, manajemen jaringan, keamanan dasar, routing, wireless, hingga troubleshooting.
“Sertifikasi MTCNA merupakan langkah awal bagi seseorang untuk membuktikan kompetensinya dalam mengelola jaringan berbasis MikroTik. Dengan persiapan yang baik, mahasiswa memiliki peluang besar untuk memperoleh sertifikasi yang diakui secara internasional,” jelas Vadlya.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mengikuti setiap sesi dengan antusias yang dipandu oleh Supriatiningsih selaku moderator. Berbagai pertanyaan disampaikan peserta, mulai dari mekanisme pelaksanaan ujian sertifikasi, materi yang perlu diprioritaskan, hingga strategi menghadapi soal praktik yang sering muncul dalam sertifikasi MTCNA.
Antusiasme mahasiswa menunjukkan bahwa mereka memiliki ketertarikan besar untuk meningkatkan kemampuan di bidang jaringan komputer. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami standar kompetensi yang dibutuhkan industri, khususnya bagi calon profesional di bidang infrastruktur teknologi informasi.
Melalui pembekalan sertifikasi MTCNA ini, Program Studi Teknologi Komputer UBSI Kampus Banyumas berharap mahasiswa semakin siap menghadapi proses sertifikasi dan memiliki daya saing yang lebih kuat setelah lulus. Program ini menjadi bagian dari komitmen UBSI dalam mencetak lulusan yang kompeten, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta siap menghadapi kebutuhan industri digital.