Belajar Toleransi dengan Cara Menyenangkan di PAUD Melati
BSINews, Depok – Mahasiswa Program Studi (Prodi) Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FKB), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PM) di PAUD Melati, Curug, Cimanggis, Kota Depok, pada Jumat (13/4). Melalui penyuluhan bertema “Meningkatkan Kesadaran Toleransi Beragama Melalui Penyuluhan di Tengah Keberagaman”, mahasiswa berupaya menanamkan nilai saling menghormati dan menghargai perbedaan sejak usia dini.
Kegiatan ini dilatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter bagi anak-anak usia dini yang sedang berada pada fase pembentukan kepribadian. Nilai toleransi dinilai perlu dikenalkan sejak awal agar anak mampu hidup berdampingan secara harmonis di tengah masyarakat yang beragam.
Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital
Ketua pelaksana kegiatan, Rasya Putra Rizkyanto, mengatakan penyuluhan dirancang dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak-anak.
“Kami ingin mengenalkan nilai toleransi kepada peserta didik PAUD melalui cara yang dekat dengan dunia mereka. Karena itu, materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan dipadukan dengan aktivitas yang interaktif sehingga peserta didik dapat memahami maknanya dengan lebih mudah,” ujar Rasya saat kegiatan berlangsung di PAUD Melati, Depok.
Rasya menjelaskan, pendekatan yang digunakan sengaja disesuaikan dengan karakteristik peserta didik usia dini. Menurutnya, pengenalan nilai toleransi perlu dilakukan sejak awal agar menjadi bagian dari kebiasaan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk berteman dan saling membantu. Anak-anak perlu dikenalkan sejak dini bahwa setiap orang memiliki latar belakang yang berbeda, namun tetap harus saling menghormati dan menghargai,” ujar Rasya.
Pada sesi penyampaian materi, seluruh anggota tim pengabdian masyarakat turut berperan sebagai pemateri yang dibagi ke dalam dua kelompok. Materi pertama disampaikan oleh Popy Agis Firzatullah, Rizka Alifia Novarina, Chintya Aprilia Putri, Rasya Putra Rizkyanto, dan Dilla Arliana. Pada sesi ini, peserta dikenalkan dengan pengertian toleransi beragama, pentingnya menghargai perbedaan, serta contoh sederhana penerapan toleransi dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Safira Novelia, Rei Rahman Fauzi, Raihan Al Arroyan, Maesyila Azhara, dan Syifaa Annisa Zalfaa. Pada sesi ini, anak-anak diajak memahami manfaat hidup rukun dalam keberagaman, dampak dari sikap tidak toleran, serta pentingnya menjaga hubungan baik dengan teman tanpa membedakan latar belakang yang dimiliki.
Usai penyampaian materi, peserta diajak mengikuti diskusi interaktif dan menjawab sejumlah pertanyaan sederhana terkait sikap menghargai teman. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya murid yang berani berbagi pengalaman dan menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pemateri.
Untuk memperkuat pemahaman, mereka menggelar simulasi serta permainan edukatif yang menekankan nilai kerja sama, kepedulian, dan rasa saling menghormati. Metode pembelajaran yang menggabungkan presentasi, diskusi, dan praktik langsung tersebut membuat peserta lebih aktif mengikuti kegiatan sekaligus lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Guru-guru PAUD Melati turut mendampingi jalannya kegiatan dan membantu menciptakan suasana belajar yang nyaman. Berdasarkan hasil evaluasi sederhana yang dilakukan tim, peserta mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan baik serta menunjukkan pemahaman awal mengenai penerapan sikap toleransi di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Rasya berharap nilai-nilai yang diperkenalkan dalam kegiatan ini tidak berhenti pada saat penyuluhan berlangsung.
“Kami berharap anak-anak dapat mulai menerapkan sikap saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Penanaman karakter sejak usia dini menjadi langkah penting untuk membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan secara damai di tengah keberagaman,” katanya.