Dari Pencak Silat ke Dunia Digital: Siswa Walet Puti Belajar Bikin Game Sendiri

0 63

BSINews, DepokUniversitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui tim dosen menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa pelatihan pembuatan game sederhana berbasis Scratch bagi siswa Perguruan Pencak Silat Walet Puti, Minggu (19/4). Kegiatan yang berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB ini diikuti oleh 20 siswa usia 8–16 tahun dengan antusias tinggi.

Pelatihan ini bertujuan memperkenalkan literasi digital serta dasar pemrograman sejak dini. Scratch dipilih sebagai media pembelajaran karena mampu melatih pola pikir logis, sistematis, dan kreatif melalui pendekatan visual yang interaktif. Dengan aplikasi ini, siswa dapat langsung melihat hasil dari kode yang dibuat, sehingga proses belajar menjadi lebih menarik dan mudah dipahami.

Pelatihan Scratch dari UBSI asah kreativitas, logika, dan keterampilan teknologi sejak dini

Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen yang terdiri dari Mari Rahmawati sebagai ketua pelaksana, Wangsit Supeno sebagai koordinator tutor, Ade Fitria Lestari sebagai tim tutor, serta Rusma Insan Nurachim sebagai tutor utama. Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga praktik langsung membuat game sederhana di perangkat masing-masing.

Dalam sambutannya, Mari Rahmawati menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dosen dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan berbasis teknologi.

“Kami ingin membantu siswa mengekspresikan ide-ide positif melalui media digital dengan memanfaatkan aplikasi Scratch sebagai sarana belajar yang menyenangkan dan kreatif,” ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (19/4).

Baca juga:Seru! Siswa MI Darul Hikmah Belajar Kelola Uang Digital Sejak Dini Bersama UBSI 

Selama pelatihan berlangsung, suasana belajar terlihat interaktif. Siswa aktif bertanya ketika mengalami kesulitan dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Pendampingan dari para tutor membantu meningkatkan pemahaman peserta dalam mengoperasikan aplikasi serta menyusun logika dasar pemrograman.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mulai memahami konsep dasar Scratch dan mampu membuat game sederhana secara mandiri. Hal ini menjadi indikator bahwa metode pembelajaran berbasis praktik efektif dalam meningkatkan kemampuan digital siswa.

Di akhir kegiatan, Mari kembali menyampaikan harapannya terhadap keberlanjutan pembelajaran ini.

“Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi langkah awal bagi siswa untuk terus mengembangkan kreativitas digitalnya, serta mampu memanfaatkan teknologi secara positif dalam proses belajar sehari-hari,” tuturnya. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.