Belajar dari Nabi Lewat Video dan Lagu, Mahasiswa UBSI Bangun Empati Anak Panti
BSINews, Jakarta – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cengkareng menunjukkan aksi nyata dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) di Panti Asuhan Yatim & Dhuafa Mizan Amanah, Kalideres, Jakarta Barat, pada minggu (25/5).
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam, yang bertujuan menanamkan nilai-nilai keislaman melalui pendekatan edukatif berbasis media interaktif. Sebanyak sembilan mahasiswa dari UBSI Cengkareng terlibat dalam kegiatan ini.
Baca juga: Robot, AI, dan Anak Panti: Ketika Masa Depan Dipelajari dari Sekarang!
Dengan memanfaatkan media audio-visual, para mahasiswa memperkenalkan kisah Nabi Yahya A.S. dalam bentuk video yang disesuaikan untuk usia anak-anak. Nilai-nilai seperti kejujuran, kesabaran, dan keberanian dalam menyampaikan kebenaran menjadi inti pesan yang disampaikan. Usai menonton, anak-anak diajak berdiskusi ringan untuk memahami makna cerita secara lebih mendalam.
“Melalui pendekatan seperti ini, kami berharap anak-anak tidak hanya paham isi cerita, tapi juga bisa meneladani sifat-sifat Nabi dalam kehidupan mereka,” ungkap Rizalul Fahmi, salah satu mahasiswa UBSI.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi menyanyi bersama lagu nama-nama Nabi, dan kuis edukatif yang diselingi hadiah menarik. Anak-anak tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara.
Selain bermanfaat bagi anak-anak panti, kegiatan ini juga memberi dampak positif bagi mahasiswa. Mereka dilatih untuk berkomunikasi, bekerja sama, dan membangun empati dalam lingkungan sosial nyata.
Baca juga: Dosen UBSI Kenalkan Kecerdasan Buatan kepada Anak Panti Lewat Pelatihan Interaktif
Mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Rizalul Fahmi, M. Riski Kurniawan, Viki Ahmad Irsyad, Chiesa Mas Prayuda, Ahmadin Nurulloh Fil Ardiansyah, Anggara Riawan, Dhimas Wilandra, Sari Indriani Parikaes, dan Marlin.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI tidak hanya mendorong mahasiswa untuk unggul secara akademik, tetapi juga membentuk karakter sosial dan spiritual yang kuat melalui kegiatan pengabdian langsung kepada masyarakat.(Teguh)