Mahasiswa UBSI Tanamkan Akhlak Mulia lewat Penyuluhan Agama Islam kepada Siswa SD Yaspen Tugu Ibu 1 Depok

0 11

BSINews, Depok – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menggelar kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SD Yaspen Tugu Ibu 1 Depok, pada Selasa (19/5). Kegiatan yang menyasar siswa kelas 5 itu mengangkat tema “Penyuluhan Pendidikan Agama Islam untuk Membentuk Akhlak Mulia dan Karakter Islami pada Siswa Sekolah Dasar”.

Melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, para mahasiswa mengajak siswa memahami nilai-nilai Islam sejak usia dini. Materi yang disampaikan mencakup akhlak mulia, adab kepada guru dan orang tua, pentingnya ibadah, hingga nilai toleransi dan persaudaraan dalam Islam.

Baca juga: Dosen UBSI Kampus Pontianak Gelar Pengabdian Masyarakat, Perkuat Pemahaman Guru SMK Al-Madani tentang Okupasi Informatika

Ketua pelaksana kegiatan, Rasya Andhysadono, mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UBSI kampus Margonda, Depok, mengatakan, pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam perlu ditanamkan sejak dini agar menjadi bekal dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membantu siswa memahami bahwa akhlak yang baik bukan hanya dipelajari, tetapi juga harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai Islam seperti kejujuran, tanggung jawab, dan rasa hormat kepada orang tua maupun guru menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter mereka,” kata Rasya dalam keterangan yang diterima, Rabu (20/5).

Dalam penyuluhan tersebut, mahasiswa UBSI menjelaskan bahwa Islam mengatur berbagai aspek kehidupan, mulai dari hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, hingga lingkungan sekitar. Para siswa diajak memahami pentingnya menjadi pribadi yang menghormati orang tua, guru, dan peduli terhadap sesama.

Materi tentang akhlak mulia menjadi salah satu fokus utama kegiatan. Mahasiswa mengenalkan berbagai nilai akhlak terpuji seperti shidq atau kejujuran, amanah, tawadhu atau rendah hati, birrul walidain, serta ukhuwah Islamiyah.

Menurut Rasya, akhlak merupakan bagian penting yang harus berjalan seiring dengan ilmu pengetahuan. “Kami ingin menanamkan pemahaman bahwa ilmu dan akhlak harus berjalan bersama. Anak-anak yang berprestasi sekaligus memiliki karakter baik akan menjadi generasi yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat saat sesi pembahasan mengenai adab kepada guru dan orang tua. Melalui simulasi role play, mereka mempraktikkan cara menyapa guru dengan salam, meminta izin dengan sopan, mendengarkan penjelasan dengan baik, serta mengucapkan terima kasih.

Selain itu, mahasiswa UBSI juga mengenalkan pentingnya menjaga ibadah, terutama shalat lima waktu dan kebiasaan membaca Al-Quran. Penyampaian materi dilakukan melalui kuis berhadiah yang membuat suasana kelas lebih hidup dan mendorong partisipasi siswa.

Pada sesi berikutnya, siswa diajak memahami nilai toleransi, musyawarah, dan persaudaraan dalam Islam. Mereka mengikuti simulasi diskusi kelompok untuk belajar menyampaikan pendapat secara santun, menghargai pandangan orang lain, serta mengambil keputusan bersama.

Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bantu Pokdakan Sebarkan Informasi Digital

Rasya menilai pendekatan praktik langsung menjadi cara efektif untuk membantu siswa memahami materi yang diberikan.

“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai penyuluhan semata, tetapi dapat menjadi pengalaman yang membekas sehingga anak-anak terdorong menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah,” ungkapnya.

Kegiatan PKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa UBSI dalam mendukung pendidikan karakter generasi muda. Melalui penanaman nilai-nilai akhlak mulia dan karakter Islami sejak dini, diharapkan lahir generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.