Masih Bingung Laporan Keuangan? Pelatihan UBSI Ini Bikin UMKM Ragajaya Lebih Siap Berkembang
BSINews, Bogor – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, melalui Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan pembuatan laporan keuangan bagi Forum UMKM Desa Ragajaya, Minggu (26/4). Kegiatan ini dilakukan secara tatap muka dan diikuti oleh para pelaku UMKM dengan antusias tinggi.
Dari Kendala Modal hingga Solusi Praktis, Pelaku Usaha Diajak Kuasai Keuangan Secara Mudah dan Efektif
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi para pelaku UMKM yang masih mengalami kesulitan dalam menyusun laporan keuangan sesuai standar. Kondisi tersebut berdampak pada keterbatasan akses permodalan, karena laporan keuangan menjadi salah satu syarat penting dalam pengajuan dana kepada investor maupun lembaga keuangan.
Tim pelaksana kegiatan terdiri dari Ratnawaty Marginingsih selaku ketua, bersama anggota Ety Nurhayaty, Isnurrini Hidayat Susilowati, dan Eigis Yani Pramularso, serta didukung oleh mahasiswa. Dalam pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai penyusunan laporan keuangan sederhana namun efektif, pengelolaan risiko keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas usaha.
Selain itu, peserta juga dibekali wawasan mengenai pentingnya fondasi keuangan yang kuat agar UMKM mampu berkembang dan bersaing di era modern. Materi disampaikan secara interaktif, disertai diskusi dan sesi tanya jawab yang membuat peserta lebih mudah memahami penerapan secara langsung.
Baca juga: Guru RA Melek Digital, UBSI Hadirkan Pelatihan Canva dan AI untuk Pembelajaran Kreatif
Ratnawaty Marginingsih selaku ketua tim pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan para pelaku usaha.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap pelaku UMKM dapat menyusun laporan keuangan dengan baik sehingga dapat digunakan sebagai syarat dalam pengajuan modal serta meningkatkan produktivitas usaha mereka,” ujarnya dalam keterangan rilis Minggu (26/4).
Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam sesi diskusi, bahkan beberapa peserta berhasil menjawab pertanyaan dan mendapatkan doorprize sebagai bentuk apresiasi. Para peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru yang dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha mereka.
Di akhir kegiatan, Ratnawaty juga menyampaikan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terus dilakukan dengan tema yang relevan, sehingga mampu membantu UMKM dalam mengatasi berbagai tantangan usaha ke depannya,” tutupnya. (Niken)