Asah Keahlian Digital Santri, UBSI Gelar Pelatihan Excel Lanjutan
BSINews, Jakarta – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar pelatihan Microsoft Excel Lanjutan bagi santri Rumah Tahfidz Daar El Huffadzh di Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (25/7). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diselenggarakan secara hybrid untuk mengasah keterampilan digital serta logika berpikir para santri.
Rumah Tahfidz Daar El Huffadzh yang berada di bawah naungan Yayasan Cahaya Insan Qurβani memfokuskan pendidikannya pada penghafalan Al-Qur’an bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Selama ini, para santri minim mendapatkan akses pembelajaran umum, khususnya di bidang teknologi komputer.
Baca juga:Β Daun Singkong Disulap Jadi Dendeng, Inovasi Pengabdian Masyarakat Dosen UBSI
Keterbatasan tersebut dikhawatirkan membuat para santri mengalami kesulitan saat mengikuti ujian kesetaraan atau ujian persamaan. Mata pelajaran seperti matematika dan ilmu pengetahuan alam membutuhkan pemahaman penalaran serta kemampuan analisis logis yang kuat.
Ketua Pelaksana Pengabdian Masyarakat UBSI, Giatika Chrisnawati, menjelaskan bahwa pemanfaatan komputer melalui program pelatihan ini dirancang untuk membiasakan santri mengasah logika berpikir mereka.
“Melalui pelatihan Excel lanjutan ini, kami ingin melatih logika dan pemikiran analitis para santri agar mereka terbiasa menggunakan teknologi komputer,” ujar Giatika.
Ia menambahkan, keterbiasaan mengoperasikan perangkat digital akan menjadi modal penting bagi santri ketika harus menghadapi ujian sekolah maupun ujian nasional kesetaraan.
“Penguasaan komputer menjadi bekal krusial agar santri tidak canggung saat menghadapi ujian persamaan dan siap menjawab tantangan di masa depan,” lanjutnya.
Baca juga:Β UBSI dan UNTAN Teken MoU Pengabdian Masyarakat, Perkuat Kolaborasi Tri Dharma Perguruan Tinggi
Melalui program ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif berkomitmen untuk terus mendukung pendampingan teknologi bagi lembaga pendidikan keagamaan secara berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya unggul secara keagamaan, tetapi juga terampil menguasai teknologi informasi.