Mahasiswa UBSI Raih Juara 1 UI/UX INSYFEST 2026 Lewat Inovasi Aplikasi Kesehatan Mental

0 7

BSINews, Karawang – Teknologi digital tidak hanya berbicara tentang kecepatan dan kemudahan, tetapi juga tentang bagaimana sebuah inovasi dapat menjawab kebutuhan manusia. Gagasan tersebut dihadirkan mahasiswa Program Studi (Prodi) Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) melalui Serenify, aplikasi kesehatan mental yang mengantarkan mereka meraih Juara 1 kategori UI/UX dalam ajang nasional INSYFEST 2026.

Prestasi tersebut diraih oleh tim yang terdiri atas Mochammad Rayhan, Oktavia Citra Ramadani, dan Nur Ika Widiafani, di bawah bimbingan dosen Andriansah selaku staf Prodi Sistem Informasi UBSI. Kompetisi yang diselenggarakan Universitas Buana Perjuangan Karawang itu berlangsung hingga babak final secara daring melalui Zoom pada Minggu, 18 Oktober 2026, dengan pengumuman pemenang pada Rabu, 21 Oktober 2026.

Baca juga: Asah Keterampilan Digital, Mahasiswa UBSI Tasikmalaya Siap Ikuti Kelas Reguler UI/UX dan Web Development

Dalam babak final, tim UBSI berhasil mengungguli beberapa tim lainnya pada kategori UI/UX. Pencapaian ini menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah gagasan menjadi rancangan produk digital yang tidak hanya memperhatikan aspek visual, tetapi juga kebutuhan dan pengalaman pengguna.

Serenify, Teman Digital untuk Mengenali Kondisi Emosional melalui UI/UX

Rayhan menjelaskan Serenify dikembangkan dari gagasan sederhana bahwa setiap orang membutuhkan ruang untuk mengenali, memahami, dan memperhatikan kondisi emosionalnya. Melalui pendekatan yang berorientasi pada pengguna, aplikasi ini dirancang sebagai teman digital yang mendukung kebiasaan menjaga kesejahteraan mental.

“Salah satu fitur yang ditawarkan ialah konsultasi dengan psikolog untuk membantu pengguna mengakses dukungan profesional. Serenify juga menghadirkan AI Chat, fitur interaksi berbasis kecerdasan buatan yang memungkinkan pengguna melakukan tanya-jawab atau bercerita mengenai perasaan dan pengalaman yang sedang dihadapi,” ujar Rayhan dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (23/10).

Untuk membantu pengguna mengenali perubahan emosional, tersedia pula fitur Mood Tracking yang memungkinkan pencatatan suasana hati setiap hari. Catatan tersebut dapat digunakan untuk meninjau pola suasana hati dan meningkatkan kesadaran terhadap kondisi diri sendiri.

“Serenify turut mengintegrasikan fitur skrining kesehatan mental menggunakan pendekatan Patient Health Questionnaire-9 (PHQ-9), instrumen yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi gejala depresi. Hasil skrining perlu dipahami sebagai sarana pengenalan awal, bukan sebagai diagnosis atau pengganti pemeriksaan oleh tenaga profesional,” pungkasnya.

Perpaduan fitur tersebut menjadi bagian dari upaya tim dalam merancang pengalaman digital yang relevan dengan kebutuhan pengguna. Serenify tidak sekadar menonjolkan pemanfaatan teknologi, tetapi juga mengangkat pentingnya pendekatan yang lebih manusiawi dalam pengembangan produk digital.

Apresiasi Program Studi Sistem Informasi UBSI

Ketua Program Studi (Kaprodi) Sistem Informasi UBSI, Sriyadi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan mahasiswa yang membawa nama universitas melalui kompetisi tingkat nasional.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Program Studi Sistem Informasi UBSI. Kami mengapresiasi kreativitas, kerja sama, dan semangat inovasi mahasiswa dalam menghadirkan solusi digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Serenify menunjukkan bahwa kompetensi di bidang sistem informasi tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga bagaimana teknologi dapat dirancang dengan memperhatikan kebutuhan, kenyamanan, dan pengalaman pengguna. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berani berkompetisi di tingkat nasional,” ujar Sriyadi dalam keterangan rilis yang diterima pada Jumat (23/10).

Dari sisi pengembangan kompetensi, proses merancang Serenify menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan. Tahapannya mencakup identifikasi masalah, penyusunan konsep produk, hingga perancangan fitur yang berorientasi pada pengguna.

Pengalaman tersebut memperlihatkan bahwa bidang sistem informasi memiliki ruang penerapan yang luas. Kemampuan memahami persoalan, merancang alur penggunaan, dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan produk digital yang bernilai.

Inovasi Digital yang Berangkat dari Kebutuhan Manusia

Raihan Juara 1 kategori UI/UX dalam INSYFEST 2026 menjadi pencapaian tersendiri bagi Rayhan, Citra, dan Nur. Lebih dari sekadar hasil kompetisi, Serenify membawa gagasan bahwa teknologi dapat dirancang untuk membantu masyarakat lebih memperhatikan kesehatan mental.

Baca juga: Putar Panen Bawa Tiga Mahasiswa UBSI Raih Juara 1 UI/UX Design UX Day 2026

Keberhasilan ini juga menjadi dorongan bagi mahasiswa untuk mengembangkan karya yang tidak hanya menarik dari sisi desain, tetapi memiliki tujuan yang jelas dan berangkat dari persoalan nyata. Dalam pengembangan produk digital, kualitas pengalaman pengguna menjadi penting karena teknologi yang baik perlu mudah dipahami, relevan, dan dirancang dengan mempertimbangkan kebutuhan orang yang menggunakannya.

Melalui pencapaian tersebut, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong semangat kreativitas dan inovasi mahasiswa agar ilmu yang dipelajari di bangku kuliah dapat dikembangkan menjadi karya yang kompetitif sekaligus memiliki nilai bagi masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.